Masuk Bisnis Blockchain, Bali Bintang (BOLA) Bentuk Anak Usaha, Namanya Manusia Masa Depan
JAKARTA, investor.id - Emiten pengelola klub sepak bola Bali United, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) mengumumkan bahwa perseroan telah mendirikan anak usaha baru dengan nama PT Manusia Masa Depan pada 5 Agustus 2022.
Sekretaris Perusahaan BOLA Yohanes Ade Bunian Moniaga menyebutkan, BOLA menguasai sebanyak 99,9% saham Manusia Masa Depan dengan nilai nominal Rp 990 juta.
“Telah melakukan setoran modal secara penuh pada tanggal 5 Agustus 2022 dan sampai dengan tanggal surat ini belum aktif beroperasi,” terang Yohanes dalam suratnya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (14/9/2022).
Dia menyatakan, anak perusahaan ini bergerak di bidang aktivitas perdagangan dan portal web/platform digital serta pengembangan teknologi blockchain.
“Melalui anak perusahaan, perseroan berencana untuk melakukan investasi di bisnis-bisnis teknologi berbasis blockchain,” lengkap Yohanes.
Dia menekankan, pendirian anak usaha ini tidak akan berdampak negatif yang signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler






