Kamis, 14 Mei 2026

Laba BBCA dan BBRI Melesat, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?

Penulis : Parluhutan Situmorang
3 Jan 2023 | 08:26 WIB
BAGIKAN
Nasabah menarik uang di galeri ATM kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat.  Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Nasabah menarik uang di galeri ATM kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 21% dari Rp 30,12 triliun menjadi Rp 36,45 triliun sampai November 2022. Lonjakan tersebut didukung pertumbuhan pendapatan bersamaan dengan penurunan provisi.

Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa realisasi laba bersih tersebut telah merefleksikan 98% dari target tahun 2022 senilai Rp 37 triliun. Angka tersebut juga telah merefleksikan 94% dari target konsensus analis senilai Rp 38,78 triliun.

Tidak hanya itu, Mandiri Sekuritas menyebutkan, BCA berhasil menunjukkan perbaikan indikator lainnya, seperti pertumbuhan kredit mencapai 13% dan simpanan sebesar 8% pada November 2022, dibaningkan bulan yang sama tahun lalu. Sedangkan margin bunga bersih (NIM) stabil di level 4,9% sampai November 2022.

ADVERTISEMENT

Sedangkan biaya provisi hanya mencapai Rp 4,1 triliun dalam 11 bulan tahun 2022 atau menunjukkan penurunan 42% dari periode sama tahun sebelumnya. Biaya kredit juga turun dari 1,3% menjadi 0,7%. Perbaikan berbagai indikator tersebut mendorong Mandiri Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 9.200.

Selain BBCA, Mandiri Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Saham emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar urutan kedua ini direkomendasikan beli dengan target harga Rp 5.300.

Mandiri Sekuritas menyebutkan perbaikan juga melanda BBRI dari berbagai aspek. Di antaranya, laba bersih melesat 58% dari Rp 27,8 triliun menjadi Rp 43,96 triliun. Sebaliknya biaya provisi turun drastis dari Rp 29,40 triliun menjadi Rp 22,20 triliun.

Mandiri Sekuritas mengungkapkan bahwa raihan laba bersih BBRI sampai November 2022 tersebut setara dengan 97% dari target tahun ini. Sedangkan berdasarkan proyeksi konsensus analis, pencapain tersebut telah merefleksikan 90% dari target Rp 48,64 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 3 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 36 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 45 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 46 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 57 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia