Kamis, 14 Mei 2026

Kabar Baik dari Alkindo Naratama (ALDO)

Penulis : Zsazya Senorita
4 Jan 2023 | 16:15 WIB
BAGIKAN
PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) memulai proses commissioning mesin-mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi kertas coklat berbahan daur ulang (recycled brown paper). (Ist)
PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) memulai proses commissioning mesin-mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi kertas coklat berbahan daur ulang (recycled brown paper). (Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) memulai proses commissioning mesin-mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi kertas coklat berbahan daur ulang (recycled brown paper).

Commissioning adalah proses memastikan bahwa semua sistem dan komponen dari mesin baru tersebut sesuai dengan persyaratan operasional yang direncanakan.

“Setelah sempat tertunda karena ada lockdown di China, kami harapkan kami proses commissioning mesin-mesin baru perseroan bisa dilaksanakan dengan lancar di awal 2023,” kata Direktur Utama ALDO Sutanto, Rabu (4/1/2023).

ADVERTISEMENT

Setelah mesin-mesin baru tersebut dapat beroperasi secara komersial, maka kapasitas produksi kertas coklat berbahan daur ulang ALDO akan meningkat menjadi 220.000 ton per tahun. Saat ini, kapasitas produksi hanya sekitar 80.000 ton per tahun.

Upaya meningkatkan kapasitas produksi secara drastis ini sejalan dengan optimisme perseroan akan terus bertumbuhnya kebutuhan produk berbahan kertas coklat berbahan daur ulang.

Permintaan produk kertas coklat berbahan daur ulang untuk keperluan kemasan diperkirakan akan melonjak tahun ini, didorong ekonomi digital yang diperkirakan akan melejit. Sementara, kuatnya jalinan relasi perseroan dengan para pelanggan korporasi juga merupakan kekuatan tersendiri yang turut menumbuhkan optimisme tersebut.

Di samping itu, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan juga diyakini akan membantu meningkatkan permintaan produk berbahan kertas coklat hasil daur ulang.

Tren peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya produk ramah lingkungan dapat dilihat dalam laporan Nielsen, Sustainable Shoppers: Buy the Change They Wish to See in the World. Laporan ini menunjukkan, 81% konsumen menghendaki kontribusi perusahaan untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekitar.

Sebelumnya, manajemen emiten yang bergerak pada bisnis kertas dan bahan kimia ini mengungkapkan optimismenya bahwa penjualan tahun depan bisa tumbuh lebih dari dua kali lipat. Hal ini seiring pengoperasian mesin-mesin baru perseroan yang diharapkan dapat mulai beroperasi secara komersial pada awal 2023.

“Kami optimistis peluang pasar produk berbahan kertas cokelat hasil daur ulang akan makin bertumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan,” kata Sutanto.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia