Pegadaian Tawarkan Emas Batangan 5 Gram hingga 1 Kg
JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) mulai Mei 2013 menjual logam mulia emas batangan dengan merek dan sertifikasi "Pegadaian" berbagai ukuran mulai dari 5 gram hingga 1 kilogram (Kg).
"Mulai awal Mei lalu, kami sudah menjual emas batangan produk sendiri. Sebelumnya kami hanya menjual emas batangan produksi PT Aneka Tambang," kata Direktur Utama PT Pegadaian, Suwhono, dalam diskusi soal kinerja dan rencana bisnis gadai di Gedung Pegadaian, Jakarta, Jumat.
Menurut Suwhono, emas yang diproduksinya diperoleh dari produsen dalam bentuk lantakan. Bahan baku tersebut kemudian diserahkan kepada Perum Peruri untuk dicetak sesuai dengan ukuran.
"Keputusan kami untuk memproduksi emas batangan dengan merek sendiri karena selama ini permintaan masyarakat yang semakin tinggi, sementara pasokan cukup terbatas," katanya.
Ia menjelaskan, indikasi peningkatan pasar emas juga tercermin dari praktik gadai emas yang terus melonjak.
"Sebelum tahun 2000-an porsi gadai di perusahaan kami didominasi barang non-emas 83%, atau emas hanya 7%. Belakangan porsi gadai emas sudah mencapai 97%, sehingga produk sisanya hanya 3%," tegas Suwhono.
Meski demikian ia tidak merinci lebih lanjut asal perusahaan pembelian emas lantakan tersebut, karena alasan kerahasiaan dalam tender pengadaan.
Ia hanya menjelaskan, dengan menambah jumlah penjualan emas dari produksi Pegadaian sendiri, diharapkan pada akhir 2013 bisa menjual emas hingga sekitar Rp2 triliun, meningkat dibanding tahun sebelumnya tercatat tidak kurang Rp1 triliun.
Suwhono mengutarakan, hngga April 2013, pendapatan jual beli emas sudah mencapai Rp650 miliar.
Menurut dia, peluang untuk meningkatkan pendapatan dari emas dari waktu ke waktu terus meningkat, karena Pegadaian memiliki pola penjualan yang berbeda yaitu pembelian tunai dan juga cicilan.
"Dengan membayar uang muka berkisar 5-10%, maka masyarakat sudah bisa menyicil emas batangan yang akan diserahkan ketika sudah lunas. Tapi ketika sebelum lunas, nasabah membutuhkan dana maka cicilan yang sudah dibayarkan tersebut dapat ditarik," ujar Suwhono.
Ditambahkannya, Pegadaian dalam melakukan pembelian kembali (buy back) emas nasabah pada tingkat 97%, jauh lebih tinggi dibanding "buyback" di pasar emas maupun perusahaan lain yang hanya 93%. "Ini keunggulan kami, harga emas bisa hampir sama, tapi buy back Pegadaian mencapai 97%," ujar Suwhono. (gor/ant)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler






