PT Merck akan Bagi Dividen Rp 4.464 per Lembar Saham
JAKARTA- Perusahaan farmasi dan kimia, PT Merck Tbk akan membagikan dividen Rp4.464 per lembar sahamnya kepada 22,4 juta lembar saham yang tersebar di publik pada 26 Mei 2011.
Demikian dikemukakan Presiden Direktur PT Merck Tbk Markus Bamberger dalam keterangan pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di kantor Merck, Jakarta, Kamis (14/4).
Didampingi Direktur Keuangan Bambang Nurcahyo, Direktur Consumer Health Care Nils K Moen, Direktur Instalasi Pabrik Elly Asali, dan Direktur Merck Serono Evie Yulin, Markus Bamberger mengatakan bahwa menutup tahun 2010, PT Merck Tbk berhasil meraih penjualan bersih Rp 796 miliar.
Angka tersebut naik sebesar 5,9% jika dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar Rp 751 miliar dengan laba bersih mencapai Rp 118 miliar. (*/gor)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler

