Kamis, 14 Mei 2026

Rupiah Menguat Jadi Rp 14.971, Inflasi Indonesia Turun

Penulis : Grace El Dora
3 Apr 2023 | 20:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi rupiah. (FOTO: ANTARA)
Ilustrasi rupiah. (FOTO: ANTARA)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Senin (3/4) menguat, seiring menurunnya inflasi Indonesia pada Maret 2023.

Rupiah pada Senin ditutup naik 25 poin atau 0,16% ke posisi Rp 14.971 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.996 per dolar AS.

“Masih terjaganya inflasi dapat menjadi sentimen baru bagi rupiah dari dalam negeri,” kata analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, dilansir dari Antara, Senin.

ADVERTISEMENT

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/ YoY) pada Maret 2023 mencapai 4,97%, karena terdapat peningkatan indeks harga konsumen (CPI) dari 108,95 pada Maret 2022 menjadi 114,36.

Jika dilihat dari tren, inflasi tahunan pada Maret 2023 menurun dari level 5,28% secara YoY pada Januari 2023 dan 5,47% secara YoY pada Februari 2023.

Selain itu, Reny menuturkan capital inflow yang berlanjut dalam negeri juga dapat mendukung penguatan rupiah.

Sementara ketidakpastian global masih berlanjut dan pasar akan menunggu dan mencermati terhadap data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada akhir pekan ini.

Saat ini indeks dolar AS masih berada di level 102,8 mengindikasikan penguatan major currencies terhadap dolar AS masih berlanjut, setelah hasil keputusan bank sentral AS atau Federal Reserve (Fed) dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Maret 2023 yang sesuai dengan ekspektasi pasar.

Fed mengumumkan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar seperempat persentase poin atau 25 basis poin (bps) ke kisaran 4,75%-5,00%, mengisyaratkan satu kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

Indeks dolar AS adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap enam mata uang negara utama lainnya yakni euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 15.009 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 14.970 per dolar AS hingga Rp 15.013 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menurun ke posisi Rp 14.990 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.977 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 34 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 45 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia