Kamis, 14 Mei 2026

Emiten Sawit Ini Masuk PKPU Sementara, Sahamnya sempat Mendadak Naik 9%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
13 Nov 2023 | 09:45 WIB
BAGIKAN
Pabrik kelapa sawit PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA). Foto: Perseroan.
Pabrik kelapa sawit PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA). Foto: Perseroan.

Eterindo Wahanatama (ETWA) bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit terpadu dan industri biodiesel. Pada industri hulu, sebagaimana dikutip dari website resmi perseroan, ETWA memiliki konsesi perkebunan kelapa sawit seluas 28.300 hektare untuk inti dan plasma berdasarkan hak guna usaha tahun 2014, yang terletak di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Sebagian dari luas area tertanam merupakan tanaman menghasilkan.

Pada industri hilir, Eterindo Wahanatama memiliki pabrik biodiesel berkapasitas terpasang 140.000 metrik ton per tahun dengan kualitas produk standar nasional dan internasional. Perseroan memiliki komitmen untuk mengembangkan industri hulu dan hilir dengan mengacu kepada RSPO dan ISPO sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.

Berdasarkan laporan keuangan semester I-2023, perseroan tak mencatatkan penjualan neto tapi terdapat beban pokok penjualan Rp 8,99 miliar. Di semester I-2022, ETWA masih membukukan penjualan neto Rp 32,13 miliar, dengan beban pokok penjualan Rp 52,66 miliar.

ADVERTISEMENT

Pada Desember 2021, perusahaan ini mengalami perubahan pengendali, di mana PT Mordred Investama Indonesia masuk menjadi pemegang saham pengendali baru lewat private placement. Kepemilikannya sebanyak 3.700.374.400 saham seri B atau 79,26%.

Sebelum masuk ke ETWA, Mordred memiliki piutang terhadap ETWA sejumlah Rp 232,52 miliar dan hendak mengkonversi utang tersebut menjadi saham serta melakukan penambahan modal ke dalam ETWA.

Sebelumnya, berdasarkan data per 30 November 2021, Watervale Worldwide Inc adalah pengendali ETWA dengan kepemilikan 211.353.700 saham atau 21,83%.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 21 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 50 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia