Kamis, 14 Mei 2026

Emiten Sawit Ini Masuk PKPU Sementara, Sahamnya sempat Mendadak Naik 9%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
13 Nov 2023 | 09:45 WIB
BAGIKAN
Pabrik kelapa sawit PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA). Foto: Perseroan.
Pabrik kelapa sawit PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - Emiten sawit, PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) mengumumkan perkembangan terkini mengenai kondisi perusahaan.

Direktur Eterindo Wahanatama, Edward Hardiyanto mengungkapkan, terhitung sejak tanggal 1 November 2023, perseroan telah masuk dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sementara.

Hal itu, terang dia, berdasarkan adanya permohonan PKPU yang diajukan oleh salah satu kreditur, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Disebutkan bahwa terdapat Putusan Pengadilan Niaga Jakarta pada Pengadilan Neger Jakarta Pusat Nomor: 300/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst tanggal 1 November 2023 atas permohonan PKPU yang diajukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

ADVERTISEMENT

Putusan PKPU Sementara mencakup PT Eterindo Wahanatama Tbk (dalam PKPU), PT Anugerahinti Gemanusa/AG (dalam PKPU), PT Maiska Bhumi Semesta/MBS (dalam PKPU), dan PT Malindo Persada Khatulistiwa/MPK (dalam PKPU). AG, MBS, dan MPK merupakan anak usaha ETWA.

“Bahwa sejak diputusnya PKPU Sementara terhadap perseroan tersebut, maka berdasarkan pasal 240 UU Kepailitan & PKPU, perseroan (debitur) tanpa persetujuan pengurus tidak dapat melakukan tindakan kepengurusan atau kepemilikan atas seluruh atau sebagian hartanya,” papar Edward Hardiyanto dalam keterbukaan informasi 11 November 2023.

Oleh karenanya, lanjut dia, maka tindakan yang dilakukan perseroan akan berada di bawah pengawasan pengurus yang ditunjuk oleh pengadilan.

“Atas dasar kepatuhan hukum yang berlaku, kami akan mengikuti proses dan mekanisme PKPU Sementara sebagaimana ditentukan dalam peraturan dan hukum yang berlaku,” sebutnya.

Sementara itu, pada perdagangan sesi I tanggal 13 November, saham ETWA dibuka hijau ke Rp 104. Di sekitar pukul 09.36 WIB, saham ini ada di Rp 107 atau naik 9,18%. Namun di pukul 09.42 WIB, turun ke Rp 98.

Tak Catat Penjualan

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 18 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 47 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia