Mengintip Target Harga Saham Jagoan Lo Kheng Hong (BNGA)
JAKARTA, investor.id - Emiten Portofolio Lo Kheng Hong, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencetak laba bersih tumbuh 27,6% yoy menjadi Rp 4,9 triliun di 9M23.
Menurut Analis Phintraco Sekuritas Nurwachidah dan Valdy Kurniwan, hal tersebut sejalan dengan net interest income sebesar Rp 10,187 miliar pada 9M23 yang meningkat 19,2% yoy. Selain itu beban provisi pada 9M23 tercatat sebesar Rp 1,779 miliar, jumlah ini turun 36,8% yoy dari Rp 2,814 miliar pada 9M22. Sehingga BNGA dapat mengoptimalkan laba bersih pada 9M23.
“BNGA berhasil menurunkan COC (cost of credit) menjadi 1,2% pada 9M23, dari sebelumnya 1,8% pada 9M22. Hal ini mendasari optimisme BNGA untuk merevisi turun panduan COC untuk tahun 2023, menjadi sebesar 1,1%-1,2% dari target sebelumnya sebesar 1,6%-1,8%,” jelas Nurwachidah dan Valdy Kurnawan dalam risetnya yang dipublikasikan, Selasa (21/11/2023).
Mereka menambahkan, BNGA mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 5,2% yoy menjadi Rp 205,58 triliun pada 9M23. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh retail loan yang berkontribusi sebesar 45,8% terhadap total kredit. Di tengah pertumbuhan kredit tersebut BNGA tetap berhasil menurunkan nilai NPL-nya menjadi 2,4% di 9M23 dari 3,6% di 9M22. Dari sisi likuiditas LDR BNGA terjaga di 86,9% pada 9M23 turun 5 bps dari 9M22.
Lebih lanjut, BNGA berhasil menjaga pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), DPK tumbuh 3,55% yoy menjadi Rp 235,3 trirliun pada 9M23. CASA tercatat sebesar Rp 156,96 triliun meningkat 4,5% yoy, sehingga menghasilkan CASA ratio sebesar 66,7% pada periode yang sama. Sementara CASA untuk tahun 2018 tercatat sebesar 52,6% dengan CAGR 58% selama 5 tahun terakhir. Seiring dengan pertumbuhan kredit dan CASA, Return on Equity berhasil tumbuh 25 bps yoy menjadi 15,4% pada 9M23.
Nilai transaksi OCTO mobile tumbuh 97,3% yoy di 9M23. Jumlah pengguna OCTO mobile hingga 9M23 tercatat tumbuh 15,3% ytd. Seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna tersebut nilai transaksi OCTO mobile tumbuh 97,3%.
“Hal ini sejalan dengan fokus utama BNGA, yaitu memperluas basis nasabah dan mendorong digital engagement yang lebih baik untuk masa depan. OCTO mobile sendiri mendapatkan respons yang sangat baik dari penggunanya karena didukung oleh tampilan yang user friendly diikuti dengan berbagai fitur yang memudahkan transaksi nasabah,” jelas riset Phintraco.
BNGA terus mengembangkan layanan OCTO mobile untuk menjagkau lebih banyak nasabah individu dan usaha. BNGA menargetkan tren peningkatan CASA rasio terus berlanjut. Dari sisi penyaluran kredit, BNGA akan tetap fokus pada pembiayaan consumer dan small medium enterprise. Khusus segmen SME, BNGA berencana untuk lebih selektif dalam menyalurkan pinjaman ke sejumlah sektor yang dinilai masih potensial di 2024. Upaya ini sebagai bagian dari antisipasi uncertainty risk yang masih cukup tinggi di 2024.
Nurwachidah dan Valdy Kurniwan menyebutkan, dengan menggunakan metode Dividend Discount Model, mendapatkan harga wajar BNGA sebesar Rp 1.946 (9.12x expected PER). “Sehingga kami memberikan rating buy untuk BNGA,” kata mereka.
Pada perdagangan sesi I 21 November, saham BNGA diparkir di Rp 1.720. Dengan asumsi target harga Rp 1.946, maka ada potensi kenaikan 13,13%.
Lo Kheng Hong
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler






