Kamis, 14 Mei 2026

Emiten Agung Sedayu-Salim (PANI) Umumkan Investasi di IKN

Penulis : Thresa Sandra Desfika
23 Des 2023 | 09:20 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Hotel Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (21/9/2023). (B Universe Photo/Moh Said Mashur)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Hotel Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (21/9/2023). (B Universe Photo/Moh Said Mashur)

JAKARTA, investor.id - Emiten Agung Sedayu dan Salim Group, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)/PIK2 mengumumkan telah melakukan investasi dalam bentuk penyertaan saham minoritas melalui perusahaan asosiasi yaitu PT Kusuma Putra Alam (KPA).

KPA adalah perseroan terbatas yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menhunkam RI) dengan surat keputusan No.AHU-0021248.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 24 April 2019, yang berkedudukan di Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan total modal disetor sebesar Rp 450 miliar yang telah mendapatkan persetujuan dari Menhunkam RI dengan surat Keputusan No.AHU-0080132.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal20 Desember 2023.

Berdasarkan akta Pernyataan Sirkulasi Para Pemegang Saham PT Kusuma Putra Alam No.93 tanggal 17 November 2023 bahwa bidang usaha KPA adalah termasuk real estat, perhotelan dan pariwisata.

ADVERTISEMENT

“Pada saat informasi ini dikeluarkan, PANI tidak memiliki hubungan afiliasi dengan KPA sebagaimana yang diatur oleh POJK Nomor 42/POJK.04/2020 Tentang Transaksi Afiliasi Dan Transaksi Benturan Kepentingan,” jelas manajemen PANI dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan 22 Desember 2023.

Investasi yang dilakukan oleh PANI pada KPA sebesar Rp 50 miliar sehingga porsi kepemilikan PANI di KPA sebesar 11,12% dari total modal disetor KPA.

Manajemen PANI menyatakan, investasi oleh PANI ke KPA tersebut tidak membawa dampak material terhadap PANI sebagaimana yang diatur oleh POJK No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha. Dengan dilakukannya investasi ini, PANI melihat peluang investasi yang dapat menambah valuasi PANI di waktu mendatang dan IKN merupakan salah satu destinasi baru untuk investasi di bidang properti.

“Tujuan dilakukannya investasi tersebut adalah untuk ekspansi bisnis yang ujungnya memberikan nilai lebih kepada stakeholder PANI, khususnya pemegang saham di masa mendatang,” sebut manajemen PANI.

Sebagai prioritas utama, lanjut manajemen PANI, saat ini KPA sedang membangun Hotel Nusantara tahap pertama dengan total 100 kamar yang ditargetkan beroperasi 7 bulan mendatang.

IKN

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 34 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia