Harga Emas Melemah, Terpukul Penguatan Dolar AS
NEW YORK, investor.id – Harga emas melemah pada Selasa (19/3/2024), terpukul penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Di saat pelaku pasar tengah menantikan pertemuan The Fed yang akan memberikan sinyal sikap suku bunga.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 2.155,93 per ons pada pukul 18.17 GMT atau pukul 01.17 WIB. Sedangkan kontrak berjangka emas AS melemah 0,2% menjadi US$ 2.159,7.
Baca Juga:
Emas Antam Terkerek Rp 6.000 Per GramDolar AS menguat 0,2%, setelah menyentuh level tertinggi lebih dari dua minggu sebelumnya, membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Ryan McKay, ahli strategi komoditas di TD Securities, mengatakan emas mengalami sedikit kelelahan ke atas karena posisi bergerak cepat selama satu atau dua minggu terakhir dan sekarang mengambil jeda karena perkiraan The Fed sedikit turun.
"Saat ini kami tidak mengharapkan reli dalam waktu dekat. Tapi pada saat yang sama, kami tidak mengharapkan penjualan besar-besaran juga karena pasar fisik tetap kuat dan posisi masih cukup bullish," ungkap McKay.
Harga emas mencapai rekor US$ 2.194,99 per ons pada 8 Maret lalu, tetapi harga turun hampir 1% pada pekan lalu setelah dirilisnya harga konsumen AS Februari yang lebih tinggi dari yang diharapkan dan harga produsen mengurangi harapan pemangkasan suku bunga Fed yang cepat karena ancaman inflasi yang persisten.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler






