Kamis, 14 Mei 2026

3 Saham Kena Suspensi, Ada yang Sempat Kasih Dividen Interim Rp 110

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Sep 2024 | 08:18 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar saham di gedung BEI, Jakarta
Pekerja melintasi layar saham di gedung BEI, Jakarta

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenakan suspensi terhadap tiga saham untuk perdagangan 12 September 2024 ini. Ketiganya adalah saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Grand House Mulia Tbk (HOMI), dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT).

Saham ketiga emiten tersebut disuspensi BEI lantaran dinilai terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas masing-masing saham.

Saham Fortune Mate Indonesia (FMII) mendadak melonjak 134% dalam sebulan, saham Grand House Mulia (HOMI) melejit 89,93% sebulan, dan saham Multipolar Technology melesat 148,28% sebulan.

ADVERTISEMENT

BEI menyebutkan bahwa penghentian sementara alias suspensi perdagangan saham tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham Fortune Mate Indonesia (FMII), Grand House Mulia (HOMI), dan Multipolar Technology (MLPT).

Fortune Mate Indonesia (FMII) didirikan pada tanggal 24 Juni 1989 di Surabaya, dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun yang sama. Pada awalnya perusahaan bergerak di bidang manufaktur alas kaki, namun bisnisnya beralih ke real estate development pada tahun 2005. Perusahaan memiliki tiga anak perusahaan yaitu PT Multi Bangun Sarana, PT Masterin Property, dan PT Indosuryo Wahyupahala.

Sepanjang semester I-2024, FMII membukukan pendapatan Rp 14,75 miliar dan laba bersih Rp 3,26 miliar. Anjlok dari periode yang sama tahun 2023 dengan pendapatan Rp 23,94 miliar dan laba bersih Rp 11,38 miliar.

Dividen

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 41 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia