3 Saham Kena Suspensi, Ada yang Sempat Kasih Dividen Interim Rp 110
JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenakan suspensi terhadap tiga saham untuk perdagangan 12 September 2024 ini. Ketiganya adalah saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Grand House Mulia Tbk (HOMI), dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT).
Saham ketiga emiten tersebut disuspensi BEI lantaran dinilai terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas masing-masing saham.
Saham Fortune Mate Indonesia (FMII) mendadak melonjak 134% dalam sebulan, saham Grand House Mulia (HOMI) melejit 89,93% sebulan, dan saham Multipolar Technology melesat 148,28% sebulan.
BEI menyebutkan bahwa penghentian sementara alias suspensi perdagangan saham tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham Fortune Mate Indonesia (FMII), Grand House Mulia (HOMI), dan Multipolar Technology (MLPT).
Fortune Mate Indonesia (FMII) didirikan pada tanggal 24 Juni 1989 di Surabaya, dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun yang sama. Pada awalnya perusahaan bergerak di bidang manufaktur alas kaki, namun bisnisnya beralih ke real estate development pada tahun 2005. Perusahaan memiliki tiga anak perusahaan yaitu PT Multi Bangun Sarana, PT Masterin Property, dan PT Indosuryo Wahyupahala.
Sepanjang semester I-2024, FMII membukukan pendapatan Rp 14,75 miliar dan laba bersih Rp 3,26 miliar. Anjlok dari periode yang sama tahun 2023 dengan pendapatan Rp 23,94 miliar dan laba bersih Rp 11,38 miliar.
Dividen
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler






