Strategi Mustika Ratu (MRAT) Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan
JAKARTA, investor.id - PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) menggungkapkan dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan, perseroan menekankan pentingnya inovasi. Terutama, inovasi berbasis bahan alami untuk menjawab kebutuhan pasar kecantikan dan kesehatan yang semakin berorientasi pada keberlanjutan.
“Pasar perawatan pribadi, kecantikan, dan kesehatan global saat ini sedang mengalami transformasi besar. Konsumen menginginkan solusi yang lebih bersih, aman, dan berkelanjutan,” ujar Direktur PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) Kusuma Ida Anjani dalam keterangan pers, Rabu (11/12/2024).
Baca Juga:
Strategi Jasa Marga (JSMR) Hadapi NataruAjeng menjelaskan, bahwa konsep kecantikan bersih (clean beauty) menekankan penggunaan bahan-bahan alami serta praktik ramah lingkungan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses produksi dan pengemasan. Indonesia, dengan kekayaan hayatinya, memiliki potensi luar biasa sebagai pemasok bahan-bahan alami seperti kunyit, kelor, minyak kelapa, dan jahe.
“Bahan-bahan ini tidak hanya memberikan manfaat kecantikan seperti anti-penuaan, hidrasi, dan efek menenangkan, tetapi juga mendukung pemberdayaan komunitas lokal,” paparnya.
Menurut Ajeng, industri wellness global mencatatkan nilai US$ 5,6 triliun pada 2022, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sebesar 8,6%, mencapai US$ 8,5 triliun pada 2027. Pasar kosmetik alami global juga diperkirakan tumbuh hingga US$ 24,02 miliar pada 2029.
Baca Juga:
Saham AADI Akhirnya Anjlok“Hal ini menunjukkan peluang besar bagi pemain lokal seperti Mustika Ratu untuk terus memimpin pasar,” tambahnya.
Ajeng menambahkan, sebagai pionir di industri kecantikan alami, MRAT memanfaatkan keanekaragaman tanaman herbal Indonesia yang kaya akan manfaat. Dengan memadukan warisan tradisional dan teknologi modern, perusahaan yang telah memiliki sertifikasi ISO dan sertifikat Good Manufacturing Process atas CPOTB ini terus berinovasi menghadirkan produk-produk unggulan, seperti Bengkoang Series Exclusive Paket Auto Cerah yang sukses diluncurkan di puluhan ribu gerai Indomaret.
Pasar Internasional
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler





