Kamis, 14 Mei 2026

Saham Tetiba Melonjak 121%, Ada Bonus

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Jan 2025 | 09:41 WIB
BAGIKAN
Produksi keju. Foto: PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) atau Prochiz.
Produksi keju. Foto: PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) atau Prochiz.

JAKARTA, investor.id - Saham PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) melonjak 24,69% mentok auto reject atas (ARA) pada awal sesi I perdagangan 2 Januari 2025. Di sekitar pukul 09.30 WIB, saham KEJU ada di level Rp 1.010.

Saham KEJU lagi terus melesat. Dalam sepekan terakhir saham KEJU +53,96%, dan di satu bulan terakhir KEJU melambung 121,49%.

Sebagaimana diketahui, Mulia Boga Raya (KEJU) atau tenar dengan brand keju Prochiz akan membagikan saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor (agio saham) perseroan tahun buku 2023 sebanyak-banyaknya sebesar Rp 206,2 miliar.

ADVERTISEMENT

Rasio pembagiannya yakni 4 saham lama akan memperoleh 11 saham bonus.

"Saham bonus akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan tanggal 2 Januari 2025 pukul 16.00 WIB (recording date untuk saham bonus)," tulis Sekretaris Perusahaan KEJU Peter Wiradjaja dalam keterbukaan informasi, Senin (23/12/2024).

Cum saham bonus di pasar reguler dan pasar negosiasi tanggal 27 Desember 2024. Dan ex dividen saham bonus tanggal 30 Desember 2024.

“Pendistribusian saham bonus akan dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2025,” lanjut Peter.

Harga saham KEJU pada saat akhir cum di pasar reguler tanggal 27 Desember 2024 tercatat pada harga Rp 2.430, dengan demikian harga teoretisnya menjadi Rp 648. Pada 30 Desember 2024, saham ini juga mentok ARA +24,62%.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia