Kamis, 14 Mei 2026

Saham Tetiba Melonjak 121%, Ada Bonus

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Jan 2025 | 09:41 WIB
BAGIKAN
Produksi keju. Foto: PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) atau Prochiz.
Produksi keju. Foto: PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) atau Prochiz.

Peter mengungkapkan, saham bonus yang direncanakan untuk dibagikan oleh Mulia Boga Raya (KEJU) atau Prochiz merupakan saham bonus yang bukan merupakan dividen saham tetapi berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor (agio saham) yaitu kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal setelah dikurangi biaya emisi efek ekuitas. Tambahan modal disetor (agio saham) yang akan dikapitalisasi adalah tambahan modal disetor yang berasal dari pelaksanaan penawaran umum perdana saham yang dilakukan perseroan pada tahun 2019 dengan jumlah tambahan modal disetor (agio saham) sebesar Rp 206,49 miliar.

"Diterimanya saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor (agio saham) tidak mengubah nilai total penyertaan saham atau harga total perolehan saham, tetapi menurunkan nilai atau harga historis perolehan per unit saham-saham tersebut karena adanya kenaikan jumlah saham tanpa penyetoran. Penjualan saham bonus tersebut akan dikenai pajak penghasilan pada saat penjualan saham melalui bursa," tutup Peter.

Saham Mulia Boga Raya (KEJU), saat berita ini ditulis ada di Rp 2.200 (0,92%). Dalam sebulan terakhir saham KEJU melambung 30,18%.

ADVERTISEMENT

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 29 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 40 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia