Kamis, 14 Mei 2026

Trading CFD Perlu Pengetahuan dan Keterampilan

Investor.id
30 Jan 2025 | 15:21 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi. Ist
Ilustrasi. Ist

JAKARTA, investor.id - Ketika para trader menginginkan ambang batas modal masuk yang rendah, likuiditas yang tinggi, dan kemampuan untuk mendapatkan profit dari pergerakan pasar ke segala arah, mereka sering kali memilih contract for difference atau CFD.

Namun, sifat dinamis dari kelas aset ini memicu kontroversi. Beberapa orang bahkan mengatakan bahwa jenis trading ini sangat bergantung pada keberuntungan dan bahkan membandingkannya dengan perjudian.

Analis pasar di Octa, Kar Yong Ang mengungkap, CFD adalah instrumen finansial yang memungkinkan para trader berspekulasi pada pergerakan harga suatu aset tanpa memilikinya. Alih-alih membeli atau menjual aset yang sebenarnya, para trader membuat perjanjian dengan broker untuk menukar selisih harga aset dari saat kontrak dibuka hingga saat kontrak ditutup. Perbedaan harga aset ini merupakan profit atau kerugian bagi para trader CFD.

ADVERTISEMENT

Ia pun membeberkan beberapa kualitas utama yang dibutuhkan trader untuk mencapai kesuksesan yang konsisten dalam trading CFD. Berikut selengkapnya.

1. Manajemen risiko dan disiplin diri

Menurut Kar Yong Ang, salah satu keunggulan CFD yang paling menonjol dari sebagai aset adalah ketersediaan leverage. Itu berarti bahwa profit dan kerugian dikalikan tergantung pada leverage yang dipilih.

“Dengan demikian, leverage menawarkan peluang besar bagi mereka yang tidak ingin melakukan deposit dalam jumlah yang besar atau menginginkan pengembalian yang lebih cepat. Namun, risikonya meningkat secara proporsional, sehingga Anda memerlukan keterampilan manajemen risiko yang kuat untuk mengendalikan kerugian,” jelas Kar Yong Ang dalam keterangan resmi dikutip Kamis (30/1/2025).

Menggunakan order stop-loss secara konsisten dan tetap berpegang pada ukuran posisi yang telah ditentukan adalah hal yang harus dimiliki dalam trading dengan leverage. Sebelum terjun ke dalamnya, penting untuk memiliki pengalaman langsung dan ketahanan psikologis yang cukup. Pemahaman yang jelas tentang persyaratan margin dan dampaknya terhadap ekuitas akun juga membantu.

Perjudian dan permainan berbasis nonpengetahuan khususnya, menawarkan peluang manajemen risiko yang terbatas atau tidak ada sama sekali. Tentu saja, Anda dapat membatasi ukuran taruhan, tetapi tidak ada otomatisasi stop-loss atau take-profit, yang meningkatkan kemungkinan kerugian yang signifikan. Faktor ini berkontribusi pada sifat permainan keberuntungan yang sangat emosional dan tidak rasional.    

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 57 detik yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 30 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia