Kamis, 14 Mei 2026

Tekanan Harga Batu Bara Bayangi Dividen PTBA dan ITMG

Penulis : Muawwan Daelami
11 Sep 2025 | 23:57 WIB
BAGIKAN
ilustrasi batu bara, sumber: Antara
ilustrasi batu bara, sumber: Antara

JAKARTA, investor.id – Kinerja PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dibayangi tantangan pelemahan harga batu bara. Jika harga emas hitam ini tidak segera berbalik arah, bukan tidak mungkin berdampak pada setoran dividen kedua emiten.

Sampai menjelang pertengahan September 2025, harga batu bara telah menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir yaitu di bawah US$ 103 per ton. Rontoknya harga batu bara akibat menurunnya permintaan global, seperti dikutip dari Trading Economics.

Data industri memperlihatkan, volume batu bara kokas atau metalurgi global tergelincir sebanyak 6% secara tahunan pada paruh pertama 2025 menjadi sekitar 172 juta ton. Angka tersebut mencerminkan lesunya produksi baja dan banjirnya pasokan batu bara domestik di pasar utama.

ADVERTISEMENT

Penyebab lain yang menambah tekanan terhadap harga batu bara adalah pembeli besar seperti India dan China yang kompak mengurangi pembelian melalui laut. Transisi ini menandai bergesernya arus perdagangan kedua negara destinasi ekspor batu bara tersebut.

Menanggapi kurang bergairahnya harga batu bara sampai kuartal III-2025, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari menyatakan, sampai saat ini PTBA terus berusaha maksimal agar kinerja perseroan tidak mengecewakan pemegang saham.

Sambil Una terus berharap, harga batu bara bisa kembali ke level terbaiknya. “Mungkin, yang bisa kami jawab saat ini adalah kita sama-sama berdoa. Mudah-mudahan, harga batu bara lebih tinggi lagi supaya profitabilitas PTBA tetap terjaga,” ucap Una dalam paparan publik, Kamis (11/9/2025).

Asal tahu saja, PTBA merupakan satu di antara banyak emiten batu bara yang dikenal royal membagikan dividen. Merujuk data RTI Bisnis, PTBA selalu konsisten menebar dividen terhitung sejak 2019-2024 dengan rata-rata dividen di atas Rp 300 per saham.

Bahkan, pada tahun buku 2021 dan 2022 ketika harga batu bara sedang membara-membaranya, PTBA mendistribusikan dividen kepada pemegang saham di kisaran Rp 688 sampai Rp 1.094 per saham.

Soal pembagian dividen, riwayat emiten batu bara ITMG lebih menggiurkan lagi. Akan tetapi, di tengah harga batu bara yang berfluktuasi seperti sekarang ini, perseroan mengaku, masih terus mengkaji kebijakan dividen termasuk dividen interim pada tahun buku 2025.

Presiden Direktur ITMG, Mulianto, menyatakan bahwa perseroan selalu memprioritaskan para pemegang sahamnya sehingga kebijakan dividen termasuk interim akan selalu dipertimbangkan dan diupayakan selalu ada.

“Hanya saja, berapa besarannya itu belum bisa kami putuskan. Tergantung bagaimana menyeimbangkan antara shareholder value yang bisa kami berikan dan rencana perseroan rencana transformasi ke depan. Jadi, mungkin yang bisa saya sarankan adalah tunggu informasi berikutnya setelah keputusan soal (dividen) itu diputuskan,” tandas Mulianto.

Masih berdasarkan RTI Bisnis, ITMG tercatat tak pernah absen membagikan dividen baik interim maupun final kepada para pemegang saham dalam lima tahun terakhir dengan rata-rata pembayaran dividen melampaui Rp 2.000 per saham.

Dividen tertinggi ITMG terjadi pada tahun buku 2022 di mana saat itu perseroan mengguyur dividen final sebesar Rp 6.416 per saham, menyusul harga batu bara yang melambung hingga US$ 450 per ton.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 1 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 30 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia