SSMS Mau Akuisisi 63,40% Saham Sawit Mandiri Lestari (SML)
JAKARTA, investor.id - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) berencana mengakuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML), dengan menyerok sebanyak 98.328 saham atau setara 63,40%. Nilai transaksi akusisi ini mencapai Rp 1,6 triliun.
Rencana transaksi ini sebagai transaksi material sebagaimana diatur Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020, karena nilai transaksi melebihi 50% dari ekuitas perseroan yang tercatat sebesar Rp Rp 3.136.987.993.000 berdasarkan laporan keuangan tanggal 30 Juni 2025.
Corporate Secretary SSMS, Deni Agustinus Damayanto mengatakan, aksi akuisisi tersebut menjadi bagian dari strategi ekspansi dan keberlanjutan jangka panjang perseroan.
Dia mengatakan, perseroan tengah merancang akuisisi terhadap SML, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah beroperasi secara komersial di Kalimantan Tengah dengan areal seluas 11.046 hektare.
"SML menawarkan potensi besar untuk memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas usaha perseroan di industri perkebunan kelapa sawit yang strategis," katanya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/9/2025).
Menurutnya, langkah akuisisi tersebut tidak hanya mencerminkan komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan, tetapi juga mempertegas posisi perseroan sebagai pelaku utama dalam industri yang terus berkembang.
Adapun dalam transaksi tersebut, PT Citra Borneo Indah (CBI) akan bertindak sebagai pihak penjual, dan SSMS bertindak sebagai pembeli, dengan aksi jual beli saham mencapai Rp 1,6 triliun.
"Harga pembelian saham adalah Rp 1,6 triliun dengan ketentuan bahwa harga pembelian tersebut tidak melebihi batas atas dan batas bawah pada kisaran yang mengacu pada nilai pasar sebagaimana tercantum dalam laporan penilaian harga wajar saham yang akan diterbitkan oleh KJPP," tambahnya.
CBI merupakan pengendali dari SSMS dan juga pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 62,30%, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan afiliasi antara perseroan dengan CBI dari segi kepemilikan saham.
Baca Juga:
Saham BRPT di Luar PerkiraanSelanjutnya, CBI yang semula memiliki 99,9% saham SML, maka hanya akan memegang sebesar 36,5%, karena setelah akuisisi, SSMS akan menggenggam mayoritas kepemilikan saham SML sebesar 63,40%
Kemudian, manajemen perseroan menegaskan, rencana transaksi tersebut tidak berpotensi mengakibatkan terganggunya kelangsungan usaha perseroan atau mempengaruhi performa keuangan perseroan.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler






