Kamis, 14 Mei 2026

Harga Emas Antam (ANTM) Bisa Lebih Cepat Tembus Rp 3 Juta per Gram

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
15 Okt 2025 | 19:03 WIB
BAGIKAN
Emas Antam (ANTM). (Foto: Antara)
Emas Antam (ANTM). (Foto: Antara)

JAKARTA, investor.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam diperkirakan akan terus melonjak hingga mencapai level psikologis Rp 3.000.000 per gram pada November mendatang, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya di bulan Desember 2025.

Dipantau dari laman Logam Mulia, Rabu (15/10/2025) harga emas Antam (ANTM) melonjak sebesar Rp 23.000 ke level Rp 2.383.000 per gram. Harga beli kembali atau buyback emas Antam hari Rabu juga naik Rp 23.000 ke level Rp 2.232.000 per gram.

Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa harga emas Antam (ANTM) berada di jalur untuk mencapai level Rp 3.000.000 per gram seiring kenaikan harga emas dunia yang diyakini segera menembus US$4.300 per troy ounce.

ADVERTISEMENT

Adapun penguatan harga emas baik emas Antam dan emas global terjadi di tengah melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS.

"Untuk bulan November, jika harga emas dunia menyentuh US$4.300, kemungkinan besar logam mulia  (emas Antam) Rp 3.000.000 per gram," kata Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Sementara dalam waktu dekat, Ibrahim memproyeksi harga emas Antam (ANTM) menembus Rp 2.400.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke Antam (ANTM) dengan nominal lebih dari Rp 10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3% bagi non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipangkas langsung dari total nilai buyback.

Berikut adalah harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam (ANTM) pada Rabu (15/10/2025):

- Emas Antam 0,5 gram: Rp 1.241.500 (Naik Rp 11.500, 0,93%)

- Emas Antam 1 gram: Rp 2.383.000 (Naik Rp 23.000, 0,97%)

- Emas Antam 2 gram: Rp 4.706.000 (Naik Rp 58.000, 1,23%)

- Emas Antam 3 gram: Rp 7.034.000 (Naik Rp 69.000, 0,98%)

- Emas Antam 5 gram: Rp 11.690.000 (Naik Rp 115.000, 0,98%)

- Emas Antam 10 gram: Rp 23.325.000 (Naik Rp 230.000, 0,99%) 

- Emas Antam 25 gram: Rp 58.187.000 (Naik Rp 575.000, 0,99%)

- Emas Antam 50 gram: Rp 116.295.000 (Naik Rp 1.150.000, 0,99%)

- Emas Antam 100 gram: Rp 232.512.000 (Naik Rp 2.300.000, 0,99%) 

- Emas Antam 250 gram: Rp 581.015.000 (Naik Rp 5.750.000, 0,99%) 

- Emas Antam 500 gram: Rp 1.161.820.000 (Naik Rp 11.500.000, 0,99%) 

- Emas Antam 1.000 gram: Rp 2.323.600.000 (Naik Rp 23.000.000, 0,99%)  

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia