Kamis, 14 Mei 2026

Harga Naik Tajam, Saham AMMS Disuspensi BEI

Penulis : Erta Darwati
30 Okt 2025 | 08:55 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara terhadap satu saham, mulai sesi I perdagangan, Kamis (30/10/2025).

BEI mengungkapkan saham yang disuspensi pada hari ini adalah, saham PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS).

Adapun BEI mensuspensi saham AMMS tersebut lantaran terjadi peningkatan harga saham kumulatif secara signifikan. 

Saham AMMS sudah melejit 127,78% dalam sebulan terakhir, sahamnya sudah melesat 1.100% sejak awal tahun (year to date/ytd).

ADVERTISEMENT

P.H Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Danny Yuskar Wibowo mengatakan bahwa tujuan dari kebijakan BEI ini adalah dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

“Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada, untuk setiap pengambilan keputusan investasinya,” katanya dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (30/10/2025).

Dia menjelaskan bahwa bagi pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Selain suspensi, BEI juga membuka gembok suspensi dua saham pada hari ini, yakni saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) dan saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE).

Kemudian, Danny menjelaskan bahwa dengan dibukanya suspensi dua saham emiten tersebut, maka investor dapat kembali melakukan transaksi mulai perdagangan sesi I, di pasar reguler dan pasar tunai, Kamis (30/10/2025).

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 25 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 57 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia