Kamis, 14 Mei 2026

Mau Akuisisi Jungleland, JGLE Bakal Gelar Rights Issue 

Penulis : Erta Darwati
21 Feb 2026 | 18:00 WIB
BAGIKAN
Jungleland. (Perseroan)
Jungleland. (Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) berencana menggelar rights issue untuk mendukung rencana akuisisi sebagian besar saham PT Jungleland Asia (JLA).

Graha Andrasentra Propertindo (JGLE) akan menerbitkan sebanyak 8.280.033.448 saham baru Seri B dengan harga pelaksanaan Rp 50 per saham. 

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, dari aksi rights issue tersebut, Graha Andrasentra Propertindo (JGLE) berpotensi meraup dana hingga Rp 414.001.672.400.

ADVERTISEMENT

Nantinya, sebagian besar dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk mengakuisisi 61,86% saham JLA senilai Rp 413.937.321.896.

Sementara itu, sisa dana sebesar Rp 64.350.504 akan digunakan untuk modal kerja dan mendukung modal kerja perseroan.

Rencana rights issue tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 31 Maret 2026.

Jungleland Asia (JLA) merupakan pengelola Jungleland Adventure Theme Park yang berlokasi di Sentul, Bogor.

Saat ini, kepemilikan 61,86% saham JLA digenggam oleh PT Adiprotek Envirodunia (AE), sedangkan sisanya dimiliki oleh JGLE.

Adapun dalam rights issue ini, AE akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). Dengan demikian, seluruh saham baru yang tidak diambil oleh pemegang saham lama akan diserap oleh AE.

Kemudian penyetoran modal oleh AE dilakukan melalui inbreng berupa saham JLA yang dimilikinya, dengan jumlah maksimal sebanyak 14.783.475.782 saham. Setelah aksi korporasi selesai, maka AE akan menjadi salah satu pemegang saham JGLE.

Apabila terdapat dana yang diperoleh dari pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham publik, seluruh dana akan digunakan untuk membeli saham JLA milik AE, sehingga kepemilikan JGLE atas JLA meningkat menjadi mayoritas.

Selain akuisisi, JGLE juga berencana melakukan penyesuaian kegiatan usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 dengan fokus bisnis pada pengembangan bangunan dan lahan hunian, dengan taman hiburan serta hotel sebagai penunjang ekosistem properti.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 3 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 32 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia