Harga Minyak Ambruk di Tengah Harapan Dialog AS dan Iran
HOUSTON, investor.id – Harga minyak dunia ambruk pada perdagangan Selasa (14/4/2026), seiring meningkatnya harapan bahwa Iran akan kembali melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel guna mengakhiri konflik yang telah mengganggu jalur distribusi energi global.
Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent ditutup ambles US$ 4,57 (4,6%) menjadi US$ 94,79 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot lebih dalam, yakni US$ 7,80 (7,87%) ke level US$ 91,20 per barel.
Penurunan ini terjadi setelah pada sesi sebelumnya kedua acuan minyak tersebut sempat menguat. Brent melonjak lebih dari 4%, sedangkan WTI naik hampir 3%, dipicu langkah militer AS yang memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Pelaku pasar kini mulai mengalihkan fokus pada potensi meredanya konflik. “Ada harapan di pasar bahwa situasi akan berakhir lebih baik. Sebelumnya, pasar sudah memperhitungkan dampak gangguan pasokan yang terjadi,” ujar mitra di Again Capital John Kilduff.
Harga Brent diketahui lebih sensitif terhadap gangguan pasokan global dibandingkan WTI, yang lebih mencerminkan distribusi domestik AS serta kawasan Amerika Tengah dan Selatan.
Meski sentimen positif dari potensi dialog kembali muncul, analis PVM Oil Associates Tamas Varga mengingatkan, penurunan harga saat ini cenderung mengabaikan fakta terganggunya pasokan fisik minyak di pasar.
Laporan bulanan International Energy Agency (IEA) menyebutkan, serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah serta penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran telah memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah. Tercatat sekitar 10,1 juta barel per hari pasokan minyak hilang pada Maret.
IEA menegaskan, pemulihan aliran minyak melalui Selat Hormuz menjadi faktor paling krusial dalam meredakan tekanan terhadap pasokan energi, harga, dan perekonomian global.
Blokade AS
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





