Mustika Ratu (MRAT) Perkuat Bisnis Wellness, Raih Penghargaan
JAKARTA, investor.id – PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) terus memperkuat ekspansi bisnis wellness di pasar global. Melalui anak usahanya, Taman Sari Royal Heritage Spa (TSRH Spa), berhasil meraih penghargaan internasional dalam ajang Asia Pacific Spa & Wellness Coalition (APSWC) Awards 2026 di Siem Reap, Kamboja.
TSRH Spa memenangkan kategori Best Wellness Immersion melalui layanan Pre & Post Natal Wellness, sebuah konsep perawatan berbasis tradisi Indonesia yang menggabungkan unsur kesehatan, relaksasi, dan pemulihan tubuh.
Penghargaan tersebut dinilai memperkuat posisi Mustika Ratu (MRAT) sebagai emiten berbasis wellness dan budaya yang tidak hanya mengandalkan bisnis kosmetik dan jamu, tetapi juga memperluas sumber pertumbuhan dari industri spa dan wellness tourism.
Di tengah tren global gaya hidup sehat dan pertumbuhan sektor wellness tourism, TSRH Spa dinilai berhasil menghadirkan layanan berbasis kearifan lokal Indonesia dengan standar internasional.
Direktur Mustika Ratu (MRAT) Kusuma Ida Anjani mengatakan, penghargaan tersebut menjadi refleksi atas komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan wellness autentik khas Indonesia.
“Kami tidak hanya menghadirkan perawatan, tetapi sebuah perjalanan menyeluruh yang merayakan esensi keibuan melalui pendekatan tradisional Indonesia yang autentik, terapeutik, dan penuh makna,” ujar Ida dalam keterangan resmi.
Menurut dia, paket Pre Natal Wellness dirancang untuk membantu relaksasi ibu hamil melalui kombinasi perawatan seperti body massage, body scrub, milk bath, hingga nail cleansing. Sementara paket Post Natal Wellness difokuskan pada pemulihan pasca melahirkan melalui perawatan tradisional seperti bengkung, gurita, parem segar, pilis, dan ramuan pelancar ASI.
Produk Unggulan
TSRH Spa juga menggunakan berbagai produk unggulan Mustika Ratu seperti Papaya Enzym Series, Milk Series, Boreh, dan Murut sebagai bagian dari layanan perawatan.
Perseroan menilai bisnis wellness memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang seiring meningkatnya minat masyarakat global terhadap layanan kesehatan holistik dan pengalaman spa berbasis budaya.
Karena itu, Mustika Ratu turut memperluas pengembangan TSRH Spa melalui sistem franchise yang menawarkan dukungan mulai dari desain interior, pelatihan terapis, hingga strategi operasional dan pemasaran.
Saat ini, TSRH Spa yang berbasis di Jakarta juga telah masuk dalam daftar 150 World Class Spa versi Spa Asia.
Pencapaian tersebut sekaligus melanjutkan rekam jejak penghargaan internasional Mustika Ratu. Sebelumnya, pendiri Mustika Ratu, BRA Mooryati Soedibyo, juga menerima Lifetime Achievement Award dari APSWC pada 2024 di Bangkok, Thailand.
Perseroan berharap pengakuan internasional tersebut dapat memperkuat daya saing industri wellness Indonesia sekaligus membuka peluang ekspansi bisnis spa berbasis budaya ke pasar global.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler

