Saham Konglo Kakap Lagi Diobral, Serok Sekarang Diramal Cuan 29%
JAKARTA, Investor.id – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencetak pertumbuhan kinerja kuat di segmen hospitality kuartal I-2026. Tren ini ditaksir berlanjut, sehingga membuka ruang penguatan saham SSIA yang dipegang taipan Prajogo Pangestu dan Grup Djarum ke target harga yang baru saja direvisi.
Berdasarkan catatan RHB Sekuritas, Kementerian Pariwisata melaporkan kunjungan wisatawan mancanegara naik 8% menjadi 3,4 juta kuartal I-2026, 21% dari target tahun ini. Wisatawan asing juga membelanjakan lebih banyak, mencapai US$1.345 per kunjungan.
Hal itu, tulis RHB menopang kinerja pendapatan segmen hospitality SSIA, terlihat pada okupansi yang solid di seluruh hotel SSIA. Pembukaan kembali Paradisus by Melia Bali pada Februari menghasilkan pendapatan sebesar IDR42 miliar, setara 26% dari pendapatan hospitality kuartal I lalu.
Baca Juga:
Saham ANTM Mendadak Jadi Bulan-bulananSegmen properti mencatat pertumbuhan solid pada kuartal I-2026 sebesar 202% menjadi IDR495 miliar, didorong oleh booking akuntansi yang lebih tinggi sebesar 21 hektare (ha) dan IDR406 miliar, setara 6 ha.
“Backlog penjualan lahan SSIA tercatat sebesar IDR727 miliar, setara 46 ha lahan, dengan sekitar 36ha atau Rp524 miliar telah dibukukan pada April 2026,” tulis RHB, dikutip Selasa (12/5/2026).
Selanjutnya, demikian RHB, kinerja bisnis konstruksi melemah akibat Lebaran. Meski demikian, anak usaha SSIA, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) mencatat pertumbuhan kontrak baru yang kuat, sebesar Rp894 miliar, naik 30%. Proyek baru yang menonjol antara lain pabrik Pou Chen Pekalongan dan Lampung City Mall Tahap 2.
Laba dan Target Harga
Seiring dengan itu, RHB Kami merevisi naik proyeksi laba SSIA tahun 2026 sebesar 4% dan memperkirakan kinerja kuat berlanjut pada 2Q26. Revisi ini terutama mencerminkan asumsi ARR yang lebih tinggi untuk segmen hospitality SSIA. Penjualan lahan 36 ha yang dibukukan pada April juga akan mendukung kinerja perusahaan sepanjang sisa FY26.
RHB mempertahankan rekomendasi buy saham SSIA dengan target harga Rp2.200, naik dari sebelumnyah Rp1.700. Potensi cuan mencapai 29%.
Baca Juga:
Penyebab Saham BBCA AnjlokTarget harga itu setara diskon RNAV 42%, +1 standar deviasi dari rata-rata setahun. Saat ini saham SSIA diperdagangkan dengan diskon 51% terhadap NAV.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler




