Kamis, 14 Mei 2026

Wall Street Goyang, Harga Minyak dan Inflasi Bikin Pasar Ketar-ketir

Penulis : Indah Handayani
13 Mei 2026 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street. (Foto AP/Richard Drew)
Ilustrasi Wall Street. (Foto AP/Richard Drew)

Dalam proposal balasan terbarunya, Iran meminta kompensasi perang, kedaulatan penuh atas Selat Hormuz, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta pencabutan sanksi ekonomi.

Lonjakan harga energi membuat investor semakin khawatir terhadap tekanan inflasi dan pelemahan daya beli konsumen AS.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) naik 0,6% pada April sehingga inflasi tahunan mencapai 3,8%. Angka tersebut lebih tinggi dibanding proyeksi ekonom sebesar 3,7% dan menjadi level tertinggi sejak Mei 2023.

ADVERTISEMENT

“Ini memang belum seperti longsoran besar, tetapi kenaikannya terus terjadi secara bertahap,” ujar Senior Portfolio Manager Globalt Investments Thomas Martin.

Menurut dia, inflasi berpotensi terus meningkat selama konflik Timur Tengah berlanjut dan negosiasi antara AS dan Iran belum menunjukkan kemajuan berarti.

“Kenaikan harga bensin dan berbagai kebutuhan lainnya akan semakin menekan konsumen. Situasinya membuka peluang tekanan ekonomi berlanjut,” kata Martin.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 25 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 57 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia