Kamis, 14 Mei 2026

IHSG Minus setelah Pengumuman MSCI, Ini Kata OJK

Penulis : Bambang Ismoyo
13 Mei 2026 | 12:15 WIB
BAGIKAN
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (B-Universe/Bambang Ismoyo)
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (B-Universe/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah usai pengumuman rebalancing MSCI yang memicu tekanan pada sejumlah saham besar di pasar modal Indonesia, Rabu (13/5/2026). IHSG sedikit diparkir minus 1,81% ke level 6.734 pada akhir sesi I perdagangan 13 Mei.

Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pergerakan pasar masih berada dalam kondisi yang wajar dan terkendali.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengungkapkan, pihaknya terus memonitor respons pasar terhadap pengumuman MSCI yang berdampak pada beberapa emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

ADVERTISEMENT

"Kami akan terus memonitor respons dan reaksi pasar terhadap kondisi terutama pengumuman yang terjadi. Hari ini kalau kita cermati tadi pukul 10.00 WIB terkonfirmasi ada penurunan indeks tapi dengan tingkat aktivitas yang kami nilai masih dalam batasan wajar,” ujar Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Hasan melanjutkan, pelemahan pasar yang terjadi merupakan konsekuensi normal dari proses rebalancing indeks global tersebut. Ia juga menegaskan saham-saham yang terdampak belum menunjukkan tekanan ekstrem di perdagangan.

“Kalau kita lihat saham-saham yang terdampak sekalipun tidak ada satupun yang mengalami misalnya kondisi auto rejection bawah. Jadi masih dalam batasan koreksi dengan rentang yang wajar,” lanjutnya.

Selain itu, OJK melihat aktivitas perdagangan masih relatif normal. Frekuensi, volume, dan nilai transaksi dinilai tidak menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. OJK menilai kondisi tersebut menunjukkan belum adanya aksi panic selling di pasar saham domestik.

Valuasi

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 14 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 23 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 24 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 35 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 58 menit yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia