IHSG Minus setelah Pengumuman MSCI, Ini Kata OJK
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah usai pengumuman rebalancing MSCI yang memicu tekanan pada sejumlah saham besar di pasar modal Indonesia, Rabu (13/5/2026). IHSG sedikit diparkir minus 1,81% ke level 6.734 pada akhir sesi I perdagangan 13 Mei.
Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pergerakan pasar masih berada dalam kondisi yang wajar dan terkendali.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengungkapkan, pihaknya terus memonitor respons pasar terhadap pengumuman MSCI yang berdampak pada beberapa emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga:
IHSG Tumbang, Cuan 5 Saham Malah Ngegas"Kami akan terus memonitor respons dan reaksi pasar terhadap kondisi terutama pengumuman yang terjadi. Hari ini kalau kita cermati tadi pukul 10.00 WIB terkonfirmasi ada penurunan indeks tapi dengan tingkat aktivitas yang kami nilai masih dalam batasan wajar,” ujar Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Hasan melanjutkan, pelemahan pasar yang terjadi merupakan konsekuensi normal dari proses rebalancing indeks global tersebut. Ia juga menegaskan saham-saham yang terdampak belum menunjukkan tekanan ekstrem di perdagangan.
“Kalau kita lihat saham-saham yang terdampak sekalipun tidak ada satupun yang mengalami misalnya kondisi auto rejection bawah. Jadi masih dalam batasan koreksi dengan rentang yang wajar,” lanjutnya.
Selain itu, OJK melihat aktivitas perdagangan masih relatif normal. Frekuensi, volume, dan nilai transaksi dinilai tidak menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. OJK menilai kondisi tersebut menunjukkan belum adanya aksi panic selling di pasar saham domestik.
Valuasi
Di tengah dinamika pasar global dan domestik, OJK juga menyoroti valuasi pasar saham Indonesia yang dinilai semakin menarik.
Saat ini, price earning ratio (PER) IHSG disebut sudah turun jauh dibanding posisi saat pasar mencapai rekor tertinggi pada Januari lalu.
Hasan pun berharap investor dapat memanfaatkan momentum koreksi pasar secara selektif untuk mengakumulasi saham-saham dengan fundamental dan prospek kinerja yang baik.
Baca Juga:
Ahli Ungkap Tren Harga Emas Sesungguhnya"Ini juga menunjukkan sebetulnya kami berharap para investor kita secara selektif memanfaatkan momentum ini untuk masuk di pasar dan memilih saham-saham terbaik yang secara prospektif dapat terus melakukan perbaikan kinerja,” ungkap Hasan.
Ke depan, OJK bersama stakeholder terkait lainnya akan terus mencermati perkembangan pasar demi menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.“Ke depan kami di OJK bersama seluruh SRO akan terus monitor dan mencermati perkembangan di pasar untuk tetap memastikan pasar modal kita tetap stabil dan stabilitas pasar keseluruhan tetap terjaga,” pungkasnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






