Kamis, 14 Mei 2026

Harga Emas Melemah Dua Hari Beruntun, Harapan The Fed Buyar

Penulis : Indah Handayani
14 Mei 2026 | 04:18 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan.
Ilustrasi emas batangan.

NEW YORK, investor.idHarga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (13/5/2026), melanjutkan penurunan untuk hari kedua berturut-turut. Kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi akibat perang Iran membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) semakin memudar.

Dikutip dari Reuters, pelaku pasar juga mencermati pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dinilai dapat memengaruhi arah hubungan dagang kedua negara.

Harga emas ditutup turun 0,57% menjadi US$ 4.688,68 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS justru ditutup naik 0,22% ke level US$ 4.697,1 per ons troi.

ADVERTISEMENT

Data terbaru menunjukkan harga produsen (producer price index/PPI) AS pada April naik lebih tinggi dari perkiraan dan mencatat kenaikan terbesar sejak awal 2022. Kondisi tersebut memperkuat sinyal bahwa tekanan inflasi meningkat di tengah konflik Iran.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan, inflasi yang masih tinggi membuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama kembali menguat. “Inflasi masih cukup lengket sehingga ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama semakin kuat. Itu yang menekan harga emas dalam dua hari terakhir,” ujar Grant.

Meski emas selama ini dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya menjadi sentimen negatif bagi logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil.

Selain itu, data inflasi konsumen AS pada April juga menunjukkan kenaikan lanjutan, dengan tingkat inflasi tahunan mencatat lonjakan terbesar dalam tiga tahun terakhir.

The Fed bulan lalu mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini semakin kecil memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga tahun ini.

Trump Temui Xi Jinping

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 35 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia