Kamis, 14 Mei 2026

Gelombang Laut Selat Sunda Capai Ketinggian 3 Meter

Penulis : ah
5 Jan 2015 | 08:16 WIB
BAGIKAN

BANDARLAMPUNG-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan sejak Senin hingga Selasa (6/1) kondisi cuaca buruk masih terjadi di wilayah perairan Selat Sunda bagian selatan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Lampung Rintiana di Bandarlampung, Senin, mengatakan bahwa cuaca buruk itu terjadi pula di perairan bagian barat Lampung.

Perairan Selat Sunda bagian selatan tinggi gelombang mencapai 1,25-2,0 meter, maksimum 2,0-3,0 meter, angin berhembus dari barat daya ke utara dengan kecepatan 10-20 knot, dan cuaca hujan.

Ia menyampaikan kondisi cuaca di perairan pantai barat Lampung diperkirakan hujan, tinggi gelombang 1,25-2,0 meter dan tinggi gelombang maksimum 2,0-3,0 meter, angin berembus dari barat ke utara dengan kecepatan 10-20 knot.

Kondisi perairan Samudera Hindia barat Lampung, angin berhembus dari selatan ke barat dengan kecepatan 5-15 knot, cuaca hujan, tinggi gelombang 0,75-1,5 meter dan tinggi maksimum 1,5-2,5 meter.

Informasi cuaca di perairan pantai timur Lampung, angin berembus dari utara ke timur dengan kecepatan 10-20 knot, cuaca hujan, tinggi gelombang 0,75-1,25 meter, dan tinggi gelombang maksimum 1,25--2,0 meter.

Ia menyampaikan, kondisi perairan Selat Sunda bagian utara (Merak-Bakauheni) angin berhembus dari barat ke utara dengan kecepatan 10-15 knot, cuaca hujan, tinggi gelombang antara 0,75-1,25 meter, dan tinggi gelombang maksimum 1,25-1,5 meter.

Sementara keadaan cuaca diperkirakan hujan di wilayah perairan Lampung.

Angin di atas wilayah perairan Indonesia, di utara Khatulistiwa umumnya bertiup dari arah barat sampai utara, dan di selatan Khatulistiwa umumnya bertiup dari arah selatan sampai barat dengan kecepatan angin berkisar tiga sampai 25 knot.

Prakiraan cuaca dan gelombang laut itu berlaku 24 jam, mulai 5 Januari 2015 pukul 07.00 WIB hingga 6 Januari 2015 pukul 07.00 WIB.(ant/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia