Jumat, 15 Mei 2026

Perry: Indonesia Optimis Namun Harus Waspada

Penulis : Grace El Dora
5 Mar 2024 | 23:24 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan paparannya pada Mandiri Investment Forum di Jakarta pada Selasa (5/3/2024). (Foto: ANTARA/Uyu Septiyati Liman)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan paparannya pada Mandiri Investment Forum di Jakarta pada Selasa (5/3/2024). (Foto: ANTARA/Uyu Septiyati Liman)

JAKARTA, investor.id – Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan kinerja perekonomian terbaik di dunia, tahun ini dan tahun-tahun mendatang, kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Ia menilai Indonesia optimis, namun tetap harus waspada untuk melihat pertumbuhan ekonomi domestik ke depan.

Semua pihak, menurut Perry, perlu waspada mengingat ketidakpastian kondisi perekonomian global.

“Indonesia akan terus menjadi salah satu negara dengan kinerja perekonomian terbaik di dunia tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Namun, kita tetap harus waspada karena adanya ketidakpastian global,” paparnya di Jakarta, Selasa (5/3)

ADVERTISEMENT

Ia optimis Indonesia akan mampu melanjutkan reformasi struktural serta menjaga pertumbuhan ekonomi domestik tetap tinggi dan stabil.

Perry menjelaskan, kinerja apik perekonomian Indonesia yang mampu tumbuh di atas 5% pascapandemi pada 2022 dan 2023 merupakan hasil dari koordinasi yang baik antara berbagai pemangku kepentingan. Ini juga dapat dicapai berkat perumusan kebijakan yang berkelanjutan dan penuh kehati-hatian.

“Kami melanjutkan pengambilan kebijakan fiskal dan moneter dengan hati-hati. Kami juga meneruskan reformasi struktural dan kerja sama yang baik antara bank sentral dan pemerintah,” tegasnya.

Ia menyampaikan arah kebijakan bank sentral masih prostabilitas untuk memastikan inflasi terjaga dan nilai tukar rupiah bergerak stabil melalui bauran berbagai kebijakan. Misalnya kebijakan pengembangan pasar uang, inklusi ekonomi, ekonomi hijau, dan sebagainya.

Selain bauran kebijakan, pihaknya juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di angka 6% agar inflasi dan nilai tukar terjaga.

“Kami sedang mencari ruang untuk menurunkan suku bunga acuan pada semester kedua nanti jika inflasi terkendali dan kami percaya bahwa rupiah juga akan terapresiasi pada semester kedua,” imbuhnya.

Gubernur BI itu juga mengatakan pihaknya berupaya memasifkan digitalisasi keuangan dan perbankan demi mendorong kinerja perekonomian Indonesia.

Digitalisasi Tertinggi di Dunia

Indonesia merupakan negara dengan tingkat digitalisasi tertinggi di dunia, salah satunya dilihat dari jumlah transaksi e-commerce yang mencapai Rp 500 triliun pada 2023, kata Perry.

Tidak hanya itu, hampir 30 bank besar di Indonesia telah memiliki layanan perbankan digital. Indonesia juga mengembangkan transaksi lintas batas bersama negara-negara anggota Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) lainnya melalui ASEAN Payment Connectivity.

Perry mengatakan konektivitas pembayaran tersebut telah diterapkan dengan Malaysia, Singapura, serta Thailand, kemudian akan diperluas dengan India, Jepang, dan China.

BI juga sedang menyiapkan proof of concept untuk penerapan fase pertama dari rupiah digital sebagai mata uang digital resmi Indonesia.

“Kami masih mempertimbangkan teknologi yang sesuai. Nantinya pada fase pertama, kami akan menerbitkan rupiah digital untuk perdagangan grosir (wholesale),” tandasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 31 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia