Kamis, 14 Mei 2026

Menkes Tinjau RS Kardiologi Emirates-Indonesia di Solo

Penulis : Wijayanti Putri
23 Nov 2024 | 19:22 WIB
BAGIKAN

SOLO, investor.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau rumah sakit kardiologi Emirates-Indonesia di Solo. Ia mengungkapkan rencana mendatangkan dokter dari Rumah Sakit (RS) Sardjito Yogyakarta untuk menjadi dokter di RS Kardiologi Emirates-Indonesia di kompleks Solo Technopark (STP).

“Saya sudah berbicara dengan Manajemen RS Sardjito Yogyakarta untuk memindahkan ahli-ahli dan perawatnya ke sini (RS Kardiologi) sehingga bisa langsung beroperasi. Saya harapkan tidak lebih dari tiga bulan ke depan sudah bisa jalan,” tuturnya di tengah peninjauan RS Kardiologi Emirates-Indonesia di kompleks STP, Kota Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (23/11/2024).

Budi menerangkan opsi memindahkan dokter dan perawat dari rumah sakit lain, seperti RS Sardjito, akan lebih baik dibandingkan merekrut dokter baru yang belum memiliki pengalaman. Mengingat fasilitas yang dimiliki rumah sakit yang dibiayai dana hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) tersebut sudah sangat canggih.

ADVERTISEMENT

“Saya tidak mau cari dokter baru nanti dapatnya yang tidak berpengalaman. Banyak dokter (RS Sardjito) berpengalaman praktek berbagai tempat kita tempatkan ke sini. Tenaga SDM yang berpengalaman bisa mempercepat pelayanan,” ungkap Budi.

Untuk pengelolaan ke depan, Budi mengatakan selama dua tahun pertama pengoperasian RS Kardiologi Emirates-Indonesia akan berada di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Setelah itu akan dibicarakan (Pemerintah Kota) Pemkot Solo dan Kemenkes untuk kelanjutan pengelolaanya,” kata dia.

“Mudah-mudahan semua rumah sakit Kemenkes dan Pemda (Pemerintah Daerah) bisa seperti ini (RS Kardiologi Emirates-Indonesia), desainnya seperti ini sehingga masyarakat sakit masuk sini langsung sehat, balik pulang,” bebernya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 20 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 52 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia