Kamis, 14 Mei 2026

Endriartono Sutarto Harus Berani Menyatakan Sikap

Penulis : Antara
13 Aug 2013 | 15:04 WIB
BAGIKAN

JAKARTA-Pengamat politik dari CSIS J Kristiadi mengatakan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto jika berminat mengikuti konvensi calon presiden dari Partai Demokrat harus berani menyatakan sikapnya kepada elit Partai NasDem.

"Kalau Pak Endriartono menilai ikut konvensi calon presiden merupakan pilihan lebih baik, maka harus berani menyampaikannya secara langsung kepada Ketua Umum Partai NasDem," kata J Kristiadi ketika dihubungi melalui telepon selulernya di Jakarta, Selasa.

Menurut Kristiadi, Endriartono yang memiliki cukup banyak prestasi selama karir militernya mungkin merasa terpanggil ingin mengabdikan diri membangun bangsa dan negara melalui kepemimpinan nasional.

Peneliti senior Center for Strategic and International Studies (CSIS) ini mengakui kondisi bangsa Indonesia saat ini masih sulit, sehingga membutuhkan figur yang tegas dan memiliki tekad yang kuat untuk membangun bangsa dan negara.

"Jika Pak Endriartono merasa peluangnya untuk tampil sebagai capres melalui Partai NesDem kecil dan menilai kesempatan melalui Partai Demokrat lebih besar, silakan saja mengikuti konvensi. Itu adalah hak politiknya," ucapnya.

Di sisi lain, kata dia, jika aturan di Partai NasDem dan di Partai Demokrat mengatur bahwa peserta konvensi calon presiden harus non-aktif dari jabatannya, hal itu merupakan konsekuensi yang harus diterima.

Menurut dia, Endriartono tidak bisa hanya menunggu kepastian dari elit Partai NasDem, tapi harus berani menyampaikan langsug dengan terus terang keinginannya untuk mengikuti konvensi.

"Dengan berani menyampaikan langsung secara terus terang, ini menunjukkan sikap gentelmen yang akan menjadi nilai tambah bagi Pak Endriartono," ujarnya seperti dikutip Antara.

Kristiadi mengingatkan, pilihan itu sangat sulit tapi harus ditempuh, karena waktu juga terus berjalan.

Pada kesempatan tersebut, Kristiadi juga mengingatkan Partai Demokrat agar tidak "bermain api" dengan memanfaatkan penyelenggaraan konvensi calon presiden untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas.

"Partai Demokrat jangan bermain api, karena konvensi calon presiden ini akan menjadi pertaruhan nama baik partai," tukas Kristiadi.

Menurut dia, jika Partai Demokrat sampai "bermain api" dengan memanfaatkan penyelenggaraan konvensi calon presiden justru akan menurunkan popularitas dan elektabilitasnya, karena publik akan menilainya tidak "fair".

Kristiadi juga mengingatkan agar tidak Partai Demokrat tidak membuat intsruksi yang bisa membatalkan hasil seleksi yang telah dilakukan Komite Konvensi serta hasil survei dari lembaga survei.

Partai Demokrat, kata dia, jangan sampai melakukan hak veto untuk menentukan salah seorang peserta menjadi pemenang.

"Kalau Partai Demokrat berniat baik untuk mencari figur terbaik yang akan diusung sebagai capres, maka Partai Demokrat harus bersikap obyektif terhadap hasil seleksi dan tidak menggunakan hak veto," katanya.(*/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia