Kamis, 14 Mei 2026

Museum Berbentuk Bunga Teratai

Penulis : Oleh Kunradus Aliandu
28 Nov 2010 | 01:32 WIB
BAGIKAN


BENTUKNYA mengingatkan pada bunga teratai. Museum yang dirancang oleh arsitek terkenal Moshe Safdie ini disebut sebagai Sambutan Tangan Singapura.

Museum dengan nama resmi Art-Science Museum itu rencananya baru dibuka Desember 2010. Dengan konsep futuristik dan tampilan mengagumkan, museum ini segera menjadi atraksi wisata utama di Singapura. Apalagi posisinya di resor Marina Bay Sands berada di tepi muara yang mengarah langsung ke Tanjung Marina.

Museum ini memiliki galeri seluas 60.000 meter persegi, baik yang permanent maupun untuk tur eksibisi. Menilik lokasinya, museum ini sangat cocok untuk wisata dan hiburan keluarga.

Yang juga tak kalah menarik, atap museum dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menampung air hujan, lalu disalurkan ke bawah melalui pusat bangunan ke kolam pemantul di lantai gedung terbawah. Air hujan didaur ulang dan disalurkan kembali melalui fitur air untuk membuat air terjun silinder yang terus mengalir. Air hujan ini juga didaur ulang untuk digunakan dalam kamar mandi museum sebagai bagian dari program Mark Green di Singapura.

Tempat ini dikelilingi oleh kolam bunga lili yang memantul seluas 4.000 meter persegi, museum mengapung di teras bernuansa perkotaan baru yang dinamis. Dari sana pengunjung dapat menikmati pemandangan Singapura dan Marina Bay Sands. Di atap ini juga terdapat amfiteater.

10 Kelopak
Seluruhnya ada 10 kelopak yang membentuk bangunan museum, ditambah dua jendela yang menjorok ke depan, sehingga memberikan pemandangan istimewa ke arah Singapura dan Marina Bay Sands. Lima di antaranya berbentuk kelopak penuh, dan sisanya hanya separuh kelopak.

Ruang dalam dari kelopak-kelopak itu membentuk ruang galeri yang unik. Pencahayaan alami berasal dari ujungujung kelopak, sehingga menerangi bentuk-bentuk dinding interior yang diberi berbagai pahatan. Kelopak tertinggi menjulang 60 meter dari atas tanah.

Desain struktur yang efisien oleh Ove Arup & Partners membuat desain rumit pada bangunan museum yang berdasarkan geometri bola itu mudah untuk dibangun. Teknologi tiga dimensi canggih digunakan untuk mendesain, merancang, dan membangun museum. Permukaan langsung dari semua kelopak terbuat dari fiber glass reinforced polymer (GFRP) khusus. Bahan ini baru pertama kalinya digunakan dalam sebuah proyek konstruksi di Singapura. Bahan ini biasanya digunakan pada lapisan luar kapal pesiar balap berperforma tinggi. Jumlah keseluruhan GFRP yang digunakan 12.500 meter persegi.

Bahan baja stainless bead-blasted sesuai pesanan yang diproduksi di Jepang oleh Mitsubishi Plastics melapisi sisi-sisi kelopak. Jumlah keseluruhan pelapisan baja yang digunakan adalah 5.300 meter persegi. Museum terdiri atas 5.600 baja struktur dengan berat total 5.200 ton.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 58 detik yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 30 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia