Kamis, 14 Mei 2026

“Quo Vadis, Domine?”

Penulis : Primus Dorimulu
8 Apr 2023 | 14:16 WIB
BAGIKAN
Visualisasi perjumpaan Yesus dengan Rasul Petrus.
Visualisasi perjumpaan Yesus dengan Rasul Petrus.

Quo Vadis, Domine? Artinya: “Ke mana, Tuhan?”

Ini adalah cerita turun-temurun di luar Alkitab tentang dialog Petrus dengan Tuhan Yesus selepas gerbang Roma pada abad pertama Masehi.

Agama Kristen menyebar ke berbagai penjuru bumi, antara lain, ke kota Roma setelah Pantekosta, saat Roh Kudus turun atas para rasul. Ada rasul yang melakukan penyiaran ke sekitar Yerusalem, ada yang ke Lebanon, Suriah, hingga Eropa Timur. Ada yang ke Mesir dan ke Asia.

Petrus memilih ke Roma dan seterusnya menyebar ke Eropa Barat. Roma hingga kini menjadi pusat Gereja Katolik.

ADVERTISEMENT

Sejarah menulis kekejaman Kaisar Nero (54-68 M) terhadap orang Kristen. Mereka dipanggang, digoreng, maupun diadu dengan banteng dan singa di koloseum untuk menghibur Sang Kaisar.    

Kaisar bernama lengkap Nero Claudius Caesar Augustus Germanicus itu dicatat sebagai pemimpin yang membakar kotanya sendiri.

Melihat begitu banyak pengikut Yesus dianiaya dan dibunuh dengan kejam, Petrus, sebagai pemimpin umat, tidak mampu bertahan. Ia memutuskan untuk melarikan diri. Selepas gerbang kota Roma, di lorong Via de Apia, ia menjumpai seseorang yang membuatnya langsung terkesan pada pandangan pertama.

Melihat sosok yang membuat dirinya terpesona itu, Petrus bertanya, “Quo vadis, Domine?” “Hendak ke mana Kau, Tuhan?”

Eo Romam interum crucifigi,” yang berarti, “Aku hendak kembali ke Roma untuk disalibkan lagi.”

Mendengar jawaban itu, Petrus bak disambar petir. Ia langsung bersujud dan berusaha memeluk kaki orang yang disapa itu. Orang yang hendak dipeluk menghilang.

Petrus langsung memohon maaf dan mengucapkan sumpahnya, “Aku akan kembali ke Roma. Jika Tuhan disalibkan dengan kepala ke atas, aku akan disalibkan dengan kepala ke bawah,” ucap Petrus.

Petrus dan pengikutnya sangat terkenal karena militan. Mereka membangun ketakombe, rumah di bawah tanah untuk menghindar dari kejaran tentara Romawi yang brutal. Petrus sebagai pemimpin jemaat tentu memiliki militansi paling hebat.

Jika Petrus, sang pemimpin, yang juga Uskup Roma, yang supermilitan itu ngeper, bagaimana pengikutnya? Itu sebabnya, Tuhan mencegah Petrus melarikan diri.

Paus Pertama

Petrus adalah Uskup Roma sekaligus kepala Gereja Katolik Dunia. Petrus dipilih Tuhan untuk memimpin jemaat-Nya.

“Dan Aku berkata kepadamu, bahwa engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan membangun Gereja-Ku; dan alam maut tidak akan menguasainya. Dan Aku akan memberikan kepadamu kunci kerajaan surga.” (Matius 16:18)

Yesus beberapa kali melakukan fit and proper test kepada Petrus untuk melihat iman, kecintaan, dan loyalitas.

Simak penggalan Injil Matius 6:15-19

15) Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"

16) Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

17) Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

18) Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

19) Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Pada bagian yang lain, setelah bangkit dari kubur, Yesus bertanya tentang kecintaan Petrus kepadanya. Simak penggalan Injil Yohanes 21:15-19

15) Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau. Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

16) Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya, "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

17) Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya, "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya, "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu.  Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya, "Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

 18) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

19) Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku.”

Inilah dasar biblis Petrus sebagai kepala Gereja Katolik sedunia. Yesus jelas menunjuk Petrus sebagai kepala jemaat, kepala gereja. “… engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini aku akan membangun gereja-Ku; dan alam maut tidak akan menguasainya.  Dan Aku akan memberikan kepadamu kunci kerajaan surga.”  (Matius 16:18)

Tiga kali Yesus mengatakan, “Gembalakan domba-dombaKu,” setelah bertanya, apakah Petrus mencintai-Nya.

Petrus pernah menyangkal sebagai murid Yesus pada malam hari saat Yesus dihadapkan kepada para imam. Tapi, Petrus kemudian bertobat.

Lahir abad pertama sebelum Masehi di sebuah kota kecil, antara Israel dan Suriah, Petrus memiliki nama asli yang artinya “Orang yang mendengarkan”. Petrus kemudian pindah ke Kapernaum, kota kecil di Israel. Di sana, bersama Andreas saudaranya, ia bekerja sebagai nelayan. Di kota dekat Danau Galilea inilah Petrus berjumpa Yesus.

Petrus tercatat sebagai murid Yesus yang pertama, sebagaimana penggalan Injil Matius 4:18-20.

18) Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

19) Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

20) Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.  

Pengikut Yesus meningkat pesat di masa Petrus dan Paulus. Untuk mencegah agresivitas dua rasul dan para pengikut Yesus, Petrus dan Paulus ditangkap pasukan Nero. Keduanya dipenjara bersama-sama di Mamertine, penjara paling kuno yang terletak di antara Roman Forum dan Venice Square. 

Mereka berdua dibunuh dengan keji. Kaisar Nero memerintahkan pasukannya untuk menyalibkan Petrus dengan kepala ke bawah untuk memberikan dampak sakit yang lebih dahsyat daripada yang diderita Yesus.

Para arkeolog, seusai Perang Dunia II menemukan Basilika Tua yang dibangun di bawah Kaisar Constantine I dan Necropolis Vatikan kuno. Kuburan terpelihara dengan baik. Di dekat Makam Petrus ada lukisan indah dinding dan grafiti dengan nama Yesus, Maria dan Petrus.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 8 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 37 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 2 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia