Kamis, 14 Mei 2026

Samudera Residence Pasarkan 1.600 Unit Rumah Terjangkau

Penulis : ah
17 Sep 2015 | 14:53 WIB
BAGIKAN

DEPOK– Kawasan hunian Samudera Residence, di Tajur Halang, Kabupaten Bogor memasarkan 1.600 unit rumah tapak dengan harga terjangkau. Dari 1.600 unit itu akan dibangun dalam tujuh tahap. Samudera Residence dikembangkan oleh Elang Group. Proyek tersebut adalah satu dari sejumlah proyek rumah tapak Elang Group di wilayah Bogor dan sekitarnya.

“Secara keseluruhan, proyek ini berdiri di atas lahan 50 hektare. Khusus untuk pembangunan 1.600 unit rumah dibutuhkan lahan 19-20 hektare,” ujar Manager Area Samudera Residence Tyar Abdillah kepada wartawan, di Depok, Rabu (16/9).


ADVERTISEMENT

Secara keseluruhan, rumah yang akan dibangun di kawasan ini sebanyak 3.500 unit. Saat ini ini pengembang memasarkan sisa unit sebanyak 1.600 rumah. Unit tersebut mulai dipasarkan sejak Agustus 2015. “Kami optimistis akan sold out (terjual 100%) dalam 12 bulan,” ujar Tyar.


Sebanyak 1.600 unit itu akan dibangun dalam tujuh klaster. Untuk tahap awal akan dibangun dua klaster rumah bersubsidi, dan satu klaster rumah komersial. “Dari tiga klaster itu akan terbangun 750 unit rumah. Kami perkirakan akan sold out dalam 3 – 4 bulan,” ujar Corporate Secretary Elang Group Azhary Husni.


Sementara itu Marketing Manager Elang Group Andreas mengatakan, Samudera Residence dekat dengan infrastruktur penting, baik dari Kabupaten Bogor, maupun Depok. “Ada akses jalan dari Jalan Tegar Beriman,Kabupate Bogor yang akan mendekati lokasi perumahan. Selain itu juga berdekatan dengan akses tol Cijago,” ujar Andreas.


Tak hanya itu. Kawasan perumahan ini juga dekat dengan Stasiun Bojonggede dan Citayam. Kembali ke Tyar. Dia menjelaskan, rentang harga yang ditawarkang sangat terjangkau. “Kami menawarkan rentang harga antara Rp 126 juta – Rp 300 juta. Itu sangat terjangkau. Apalagi lokasi perumahan kami cukup strategis, berada dintara Bogor, Depok, dan Tangerang. Masyarakat di ketiga kota itu menjadi pasar utama kami,” papar Tyar.


Untuk rumah bersubsidi, pengembang menawarkan harga Rp 126 juta per unit. Harga dan skema pembiayaan untuk kategori ini diklaim meringankan konsumen. Untuk tipe 36/84, misalnya, angsuran hanya Rp 700 ribu per bulan. Besaran angsuran tersebut juga diberlakukan untuk tipe 36/60.


Sementara itu, untuk kategori rumah komersial, pengembang juga menawarkan skema pembayaran yang meringankan konsumen. “Cukup bayar booking fee Rp 5 juta. Tidak perlu uang muka, biaya akad, dan lain – lain,” ujar Tyar. Sebelumnya diberitakan, Elang Group agresif menggarap proyek rumah tapak di Bogor dan sekitarnya. Tahun ini, pengembang menargetkan pengembangan 18 proyek, yang berdiri di atas lahan 400 hektare. (pam)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 1 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 30 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia