Kamis, 14 Mei 2026

Foxconn Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Penulis : Gora Kunjana
13 Jun 2016 | 14:09 WIB
BAGIKAN

JAKARTA – Hon Hai Precision Industry Co Ltd, atau lebih mendunia sebagai Foxconn Technology Group yang berbasis di Taiwan, terkenal karena dominasinya sebagai manufaktur outsourcing di sektor produk elektronik konsumsi, komputer, dan komunikasi (computer, communication, and consumer-electronics (3C).


Perusahaan ini dipercaya oleh perusahaan dari Eropa, Jepang, dan Amerika yang ingin mengurangi biaya tenaga kerja, tanpa mengorbankan kualitas produk.

ADVERTISEMENT


Dalam katergori produk ponsel pintar (smartphone) dan tablet, Foxconn telah dikenal sebagai produsen outsourching untuk produk populer, antara lain iPhone, iPad, Amazon Kindle, Sony Xperia, dan sebagianya. Perusahaan ini juga memproduksi beberapa perangkat smartphone dalam pengembangan awal.


CEO Foxconn Terry Gou menjelaskan, proses yang digunakan di sektor manufaktur Foxconn melibatkan penggunaan komputer untuk mengontrol peralatan mesin (computer numeric control) yang mencakup internal structure & processing, the antenna structure processing, screen structure processing, 3D side hoe machining, 360 drilling Qieja, structure end milling, dan overall polishing process.


“Semuanya dilakukan dengan ketelitian tingkat tingggi dengan menggunakan teknologi mutakhir,” kata Gou, dalam keterangannya, baru-baru ini.


Menurut dia, perusahan-perusahaan global percaya karena Foxconn memiliki keunggulan kompetitif yang berasal dari model bisnis eCMMS dan budaya Foxconnian, sebutan untuk karyawan yang bekerja di Foxconn. Sedangkan eCMMS merupakan singkatan dari enabled Components, Modules, Moves, and Services.


Foxconn menjadi model bisnis one stop shopping vertikal, yang mengintegrasikan kemampuan mekanik, listrik, dan optik sekaligus. “Ini mencakup solusi mulai dari pencetakan, perkakas, bagian mekanis, komponen, modul, sistem perakitan, desain, manufaktur, pemeliharaan, logistik, dan lainnya,” ujarnya.


Melalui model bisnis eCMMS, Foxconn tidak hanya menjadi manufaktur 3C terbesar di dunia, tetapi juga di waktu yang sama memiliki rantai pasokan (supply chain) terpendek. Mereka mendefinisikan produk perusahaan pada kecepatan, kualitas, engineering services, fleksibilitas, dan hemat biaya.


Foxconn juga mengklaim sebagai perusahaan pertama yang menggunakan teknologi CNC untuk produksi yang meliputi lebih dari 80.000 mesin. Kerangka pengembangan teknologi Foxconn pun mencakup seluruh spektrum teknologi.


Perusahaan tersebut memproduksi berbagai jenis perangkat dari wearable, smartphone, tablet, notebook, komputer desktop, TV portabel, papan tulis digital, signage digital, kendaraan listrik, dan robot. Produk jaringan dan solusi untuk internet, internet of things, dan smart grid juga digarapnya.


Selain itu, Foxconn terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas produksinya. Sebagai upaya untuk meningkatkan teknologi otonom demi kelancaran produksi, Foxconn belum lama ini mengaplikasikan robot. Meski demikian, peran manusia tetap menjadi andalan, terutama yang menyangkut kemampuan otak. (man)

Sumber : Investor Daily

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 5 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 34 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia