Kamis, 14 Mei 2026

Investasi Satelit Telkom 3 Capai US$ 210 Juta

Penulis : Oleh Emanuel Kure
19 Apr 2017 | 11:58 WIB
BAGIKAN

Nilai investasi untuk satelit Telkom 3S mencapai US$ 210 juta. Telkom 3S memiliki total kapasitas setara 49 transponder equivalent (TPE) yang terdiri atas 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended CBand (12 TPE), dan 10 transponder Ku-Band (13 TPE). Jangkauannya mencakup seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara, serta sebagian wilayah Asia Timur.

 

ADVERTISEMENT

“Investasi Telkom 3S sekitar US$ 210 juta itu, termasuk peluncuran dan juga asuransinya. Tahun depan, tepatnya Juni 2018, kami akan meluncurkan lagi satelit Telkom 4. Progres satelit Telkom 4 sudah 53%. Jadi, sudah pasti, tahun depan, kami luncurkan satu satelit lagi,” ujarnya.

 

Alex menuturkan, aksi peluncuran satelit maupun mengakusisi perusahaan satelit tidaklah sulit. Yang menjadi persoalan lebih pada ketersediaan slot orbit. Sebab, slot orbit merupakan sumber daya alam (SDA) yang terbatas dan dikuasai oleh negara.

 

Karena itu, pihaknya akan meminta kepada pemerintah supaya bisa mengalokasikan slot orbit yang masih tersisa, atau pun yang sudah ditinggalkan oleh pemilik sebelumnya.

 

Slot orbit yang terbatas perlu dioptimalkan, antara lain oleh Telkom untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan tambahan kapasitas yang memadai.

 

“Tren investasi satelit ke depan akan semakin menurun dan itu tidak menjadi persoalan bagi kami. Yang menjadi persoalan sekarang itu ketersediaan slot orbit. Makanya, kalau kami dapat memiliki slot orbit lagi, bukan tidak mungkin, kami akan luncurkan lagi satelit Telkom 5, 6, dan seterusnya,” ungkap dia. (bersambung)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/persiapan-satelit-telkom-4-sudah-53/159084

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 8 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 40 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 49 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 51 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia