Kamis, 14 Mei 2026

Menkeu: Anggaran PEN Terserap 83,4%

Penulis : Triyan Pangastuti
5 Jan 2021 | 10:33 WIB
BAGIKAN
Investor Daily
Investor Daily

JAKARTA, investor.id --  Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penyerapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 31 Desember 2020 mencapai Rp 579,78 triliun atau setara 83,4% dari pagu anggaran PEN Rp 695,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN), pemerintah telah membaginya menjadi 6 kebijakan. Pertama, untuk sektor kesehatan telah terealisasi Rp 63,51 triliun dari pagu Rp 99,5 triliun.

Alokasi tersebut untuk insentif tenaga kesehatan sudah terealisasi Rp 9,55 triliun, belanja penanganan Covid-19 mencapai Rp 42,52 triliun, Gugus Tugas untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 3,22 triliun.

Menkeu: Anggaran PEN Terserap 83,4%
Sri Mulyani Indrawati

Selain itu, santunan kematian kesehatan terealisir Rp 600 miliar, iuran Jaminan Kesehatan Nasional mencapai Rp 4,11 triliun dan insentif perpajakan kesehatan realisasi Rp 4,05 triliun.

ADVERTISEMENT

“Karena memang Covid adalah tantangan di bidang kesehatan meskipun implikasinya begitu sangat luas maka dialokasikan lah anggaran Rp 99,5 triliun,” ujar Menkeu dalam acara Refleksi Awal Tahun 2021, Senin (4/1).

Kedua, untuk perlindungan sosial mencapai Rp 220,39 triliun dari total pagu sebesar Rp 230,21 triliun. Alokasi tersebut ditujukan untuk pemberian dukungan daya beli untuk menekan laju peningkatan kemiskinan serta mendorong konsumsi masyarakat.

Menkeu: Anggaran PEN Terserap 83,4%
Realisasi pencairan stimulus penanganan Covid-19 dan PEN sampai 31 Desember 2020

Studi Kementerian Keuangan menyebutkan, perlindungan sosial berhasil menekan laju kemiskinan ke angka 8,99% dari seharusnya bertambah 10,96% karena pandemi Covid-19.

“Rakyat yang sangat terpengaruh langsung Covid baik kehilangan kesempatan kerja atau pendapatan menurun tajam usaha menurun tajam, maka perlindungan sosial ditingkatkan luar biasa Rp 230 triliun sendiri dan hampir semua terealisir,” tuturnya.

Dalam paparannya, Menkeu menjelaskan realisasi klaster perlindungan sosial untuk PKH sebesar Rp 36,71 triliun, kartu sembako sebesar Rp 41,84 triliun, BLT Dana Desa Rp 22,78 triliun, bantuan beras atau PKH mencapai Rp 5,26 triliun, bantuan tunai sembako non-PKH sebesar Rp 4,5 triliun, dan diskon listrik telah diberikan kepada 32,1 juta rumah tangga dengan realisasi anggaran sebesar Rp 11,45 triliun.

Selain itu, Bansos sembako mencapai Rp 7,1 triliun dengan output 2,2 juta KPM, Kartu Prakerja sudah terealisasi Rp 19,98 triliun dengan output 5,6 juta orang, BSU tenaga pendidik honorer untuk Kemendikbud terealisasi Rp 2,94 triliun dan Kementerian Agama sebesar Rp 1,13 triliun dengan capaian output masing masing mencapai 2 juta tenaga pendidik dan 619,7 ribu tenaga pendidik.

Menkeu: Anggaran PEN Terserap 83,4%
Peluncuran Bansos Tunai 2021 oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (4/1/2021). Sumber: BSTV

Sementara itu, untuk BST Non Jabodetabek terealisasi Rp 32,84 triliun, bantuan subsidi gaji atau upah mencapai Rp 29,81 triliun dengan output 12,4 juta orang, dan terakhir subsidi kuota internet untuk Kemendikbud mencapai Rp 3,82 triliun dan Kemenag Rp 0,24 triliun.

“Dukungan pemerintah melalui program PEN secara langsung atau tidak langsung itu target perempuan, PKH Rp 36,7 triliun lebih dari 90% atau 10 juta masyarakat atau KPM kepala keluarga harus perempuan yang menerima,” tuturnya.

Kemudian, untuk sektor kementerian lembaga (K/L) dan pemda, sudah terserap Rp 66,59 triliun dari total pagu Rp 67,86 triliun. Alokasi ini ditujukan untuk mendukung Pemda serta KL dalam proses pemulihan ekonomi. Utamanya adalah pemberian hibah kepada Pemda untuk pemulihan sektor pariwisata.

“Program padat karya K/L telah membantu 2,25 juta Naker serta DAK fisik telah membantu 1,39 juta naker,” tuturnya.

Menkeu: Anggaran PEN Terserap 83,4%
Realisasi pencairan stimulus penanganan Covid-19 dan PEN sampai 31 Desember 2020

Untuk dukungan UMKM terserap Rp 112,44 triliun dari total pagu Rp 116,31 triliun. Dukungan UMKM ini bertujuan untuk menopang permodalan dan cash flow UMKM pada masa pandemi, baik berupa bantuan permodalan melalui perbankan maupun secara langsung.

Selanjutnya, untuk insentif usaha realisasinya sudah mencapai Rp 56,2 triliun dari pagu Rp 120,61 triliun. Insentif ini ditujukan untuk menjaga keberlangsungan dunia usaha serta daya beli masyarakat berupa PPh 21 DTP.

“Dukungan kepada korporasi yang masih bisa tingkatkan atau berikan manfaat bagi masyarakat kita. Insentif usaha perpajakan kita berikan berbagai hal yang kita lakukan untuk membuat masyarakat kita bisa bertahan atau mampu bertahan karena Covid-19 berikan dampak sosial ekonomi sangat luar biasa, insentif tenaga kesehatan diberikan kepada lebih 1 juta tenaga kesehatan di seluruh Indonesia,” kata Menkeu.

Terakhir, serapan anggaan untuk pembiayaan korporasi sudah mencapai Rp 60,73 triliun, atau sudah mencapai target dari pagu yang ditetapkan. Dukungan korporasi ini ditujukan melalui BUMN serta penjaminan modal kerja.(jn)

Baca juga

https://investor.id/business/bi-terus-berada-di-pasar-perdana-hingga-akhir-2021

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 8 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 37 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 2 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia