Kamis, 14 Mei 2026

United Bike Berkomitmen Kembangkan Sepeda Motor Listrik Dalam Negeri

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
26 Aug 2022 | 07:30 WIB
BAGIKAN
United E-Motor
United E-Motor

BOGOR, investor.id – Produsen sepeda merek United Bike, PT Terang Dunia Internusa, berkomitmen untuk mengembangkan sepeda motor listrik di dalam negeri. Sejak peluncuran sepeda motor listriknya dengan nama United E-Motor di akhir tahun 2020, berbagai terobosan dan inovasi telah dipersiapkan lewat produk dan teknologi yang dihasilkan.

Direktur PT Terang Dunia Internusa Andrew Mulyadi menjelaskan, United E-Motor siap untuk berkompetisi dalam industri motor listrik nasional. Hal ini karena United E-Motor merupakan motor listrik produksi nasional. dengan kualitas tinggi, bergaransi, inovatif, terjangkau dan siap bersaing dengan produk motor listrik luar negeri.

“Hal yang tidak kalah penting adalah United E-Motor merupakan produk yang eco-friendly. Hal ini selaras dengan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060,” ungkap Andrew di Kawasan Industri Branta Mulia, Citeureup, Bogor, Kamis (25/8/2022).

Dia menerangkan, United E-Motor telah merilis tipe teranyarnya, yaitu T1800 dan ke depannya mereka siap diluncurkan beberapa model yang bervariasi dan lebih dinamis, serta fitur-fitur yang up-to-date, seperti B1200, TX1800, dan TX3000.

ADVERTISEMENT

Andrew mengungkapkan, Produk United E-Motor memiliki persentase tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang cukup besar. Menurut Peraturan Presiden (Perpres) No. 55 Tahun 2019, kendaraan listrik roda dua wajib memenuhi TKDN minimal 40% pada 2019 hingga 2023. Persentase TKDN kemudian terus meningkat menjadi minimal 80% pada 2026.

“TKDN sekarang, kami sudah di atas 40%. Hari ini (kemarin) kami sudah mengumpulkan semua vendor untuk bekerja sama dengan kami, (berdiskusi) bagaimana kami bekerja sama (dengan mereka) sehingga (ke depan) TKDN-nya bisa mencapai 80%,” kata Andrew.

Dia mengakui komponen utama seperti baterai hingga saat ini masih disuplai dari Tiongkok. Namun, Andrew memastikan, baterai memiliki kualitas yang baik dan, pihaknya juga berencana untuk bekerja sama dengan produsen baterai dalam negeri.

Dia menerangkan, 30 lebih produsen komponen motor nasional di seluruh Indonesia telah mengunjungi pabrik United E-Motor di Bogor, untuk melihat proses manufaktur. Diharapkan kunjungan dapat meningkatkan TKDN melalui pengembangan investasi masing-masing.

“Dengan kebersamaan ini diharapkan bisa menghadirkan kualitas motor listrik yang handal dan meningkatkan TKDN melalui pemgembangan investasi masing-masing,” jelas Andrew.

Dia menegaskan, United E-Motor memiliki potensi yang besar dalam mendorong laju pengembangan motor listrik lokal. Komponen utama dalam negeri yang diunggulkan United E-Motor adalah rangka (frame) mengingat pabrikan ini memiliki pengalaman puluhan tahun berkecimpung di sepeda konvensional (United Bike).

“Menjadi kekuatan kami untuk berekspansi dalam memproduksi motor listrik yang inovatif, berteknologi tinggi, serta mampu bersaing dengan produk luar negeri,” tegas Andrew.

Lebih lanjut dia menjelaskan, produk United E-Motor tipe T1800 menggunakan baterai lithium. Walau jenis baterai ini lebih mahal, Andrew mengimbau agar konsumen tidak takut terhadap masalah tersebut sebab seiring waktu para produsen akan saling bersaing sehingga harga baterai akan murah. “Jadi konsumen tidak perlu khawatir,” ucap dia.

Lebih lanjut Andrew mengatakan, pihaknya berencana menunjuk PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (SBI) sebagai distributor resmi untuk produk United E-Motor. Perusahaan distribusi tersebut sudah tercatat melantai di pasar modal dengan kode saham BIKE.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia