Fokus di B2B, Telkom Genjot Portofolio Bisnis Infomedia
BOGOR,investor.id-PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) fokus mengembangkan layanan bagi segmen Business to Business (B2B) untuk seluruh pelanggan di Indonesia. Salah satu langkah dilakukan yaitu dengan mengoptimalkan layanan melalui melalui anak perusahaan PT Infomedia Nusantara (Infomedia) yang memberikan layanan Business Process Outsourcing (BPO).
Infomedia sendiri mengembangkan dua portofolio bisnis utama, yaitu Customer Relationship Management CRM dan Shared Service Operation (SSO). Saat ini, Infomedia berhasil memberikan kontribusi sekitar Rp 2,5 triliun bagi total pendapatan Telkom. Meski kontribusinya masih kecil, tetapi Telkom meyakini, portofolio bisnis yang dikembangkan oleh Infomedia akan memberikan dampak signifikan ke depannya.
Direktur Grup Business Development Telkom Honesti Basyir mengatakan, dari sisi kontribusi, Infomedia berkontribusi belum mencapai 5% terhadap total pendapatan Telkom. Tetapi, dia meyakini, layanan yang dikembangkan oleh Infomedia memiliki prospek yang cerah ke depannya.
“Tetapi kalau kita bicara di industri BPO sendiri, layanannya Infomedia ini kan yang CRM itu market share-nya lebih dari 50%. Yang perlu kita perbaiki itu adalah bagaimana ini bisa lebih bagus pengelolaanya, sehingga nanti kalau digital itu, demand itu kadang-kadang bukan jumlah korporasi, atau bukan jumlah orang, tetapi orang memiliki experience bagus, dia create demand lagi,” kata Honesti di Kantor Layanan RDMS Infomedia, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/9/2023).
Menurut Honesti, pertumbuhan di industri BPO sendiri sekitar 11,5%. Ke depannya, pihaknya berharap dapat terus mempertahankan market, terutama di CRM dan meningkatkan protofolio bisnis SSO. Namun, yang paling penting bagi perseroan adalah demand (permintaan) dari pelanggan tetap tumbuh.
“Dan kalau kita lihat di CRM sendiri market share 50%, cuman di SSO dia masih di bawah. Bagaimana kita mempertahankan market kita di CRM, sambil juga involve yang di SSO. Kalau target pasti adalah, tetapi yang paling penting demand-nya tumbuh apa enggak?” ungkap Honesti.
Layanan RDMS
Dalam kesempatan tersebut, Infomedia juga meluncurkan layanan terbarunya ProVue-Record Document Management System (RDMS). Layanan ini dirancang untuk menjadi bagi perusahaan dalam mengelola dokumen fisik dan digital yang bersifat aktiv maupun pasiv dalam satu platform terintegrasi.
“Layanan ProVue-RDMS hadir sebagai solusi dalam mengelola dokumen fisik perusahaan, menjadikannya digital, mudah di akses, tersimpan dengan aman serta memenuhi akuntabilitas perusahaan pelanggan. Layanan ini melengkapi solusi back end process yang diusung Infomedia sebagai salah satu layanan utama kepada pelanggan,” jelas Eddy Sofryano, Direktur Utama Infomedia.
ProVue-RDMS mengelola dokumen fisik (Physical Record) yang meliputi pemilahan, penataan, penyimpanan serta perawatan arsip, juga pengelolaan dokumen secara digital (Digital Record) seperti alih media dan digital filing platform.
Memahami tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengakses setiap dokumen dengan tetap menjaga keamanan data yang dimiliki, layanan ini turut mengedepankan platform as service untuk akses dokumen yang dilengkapi dengan fitur automation, analytics,dan Artificial Intelligence (AI).
“Pengelolaan dokumen merupakan salah satu unsur dari pengelolaan informasi perusahaan yang memiliki masa kelola hingga puluhan tahun,” ungkap Eddy.
Eddy menambahkan, Infomedia fokus terhadap pelibatan teknologi digital seperti penggunaan computer vision berbasis AI dan penggunaan drone untuk memantau kesesuaian dokumen pada tempatnya serta kebutuhan stock opname dokumen.
Teknologi security system dengan face recognition juga diterapkan untuk menjaga keamanan gedung dan dokumen tetap terpantau dengan baik. Mobilisasi dokumen bergerak akan terpantau keamanannya melalui vehicle tracking yang terpasang pada kendaraan pengangkut dokumen dan dapat dipantau secara realtime.
“Di sisi lain, mengusung digitalisasi dalam layanan RDMS ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam berkontribusi terhadap lingkungan,” tegas Eddy.
Editor: Emanuel
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler






