Pemerintah Berhasil Tahan Laju Konversi Lahan Pertanian
JAKARTA, investor.id–Pemerintah berhasil menahan laju konversi lahan pertanian. Sebab, lahan baku sawah (LBS) pada 2019-2024 hanya menyusut 79.607 hektare (ha). Selama ini, persoalan keterbatasan lahan pertanian akibat alih fungsi menjadi salah satu tantangan dalam upaya peningkatan produksi pangan, utamanya beras.
Pemerintah telah berupaya ketat menahan laju konversi lahan pertanian. Mengacu Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI Nomor 446.1/SK-PG.03.03/V/2024, luas LBS nasional 2024 disebutkan 7.384.341 ha.
Sementara berdasarkan data kementerian/lembaga (K/L) yang sama, luas LBS nasional 2019 mencapai 7.463.948 ha seperti tertera di Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN RI Nomor 686/SK-PG.03.03/XII/2019. Dengan begitu, dalam kurun lima tahun, penyusutan lahan sawah existing hanya 79.607 ha.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional HM Yadi Sofyan Noor mengatakan, penyusutan LBS yang hanya 79.607 ha merupakan capaian yang luar biasa dan jauh di bawah perkiraan banyak pihak. Hal itu menunjukkan upaya menjaga LBS berjalan baik. “Capaian yang luar biasa (konversi LBS hanya 79.607 ha). Karena banyak pihak yang memperkirakan alih fungsi lahan bisa 500 ribu ha selama lima tahun terakhir. Faktanya tidak demikian masif seperti pengamatan banyak pihak,” ungkap Sofyan.
Dalam publikasi Kementerian Pertanian (Kementan) disebutkan, persoalan lahan memang menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah di sektor pertanian. Alih fungsi lahan pertanian menjadi sesuatu yang sulit dibendung, padahal kebutuhan masyarakat akan pangan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk RI sebesar 1,25% per tahun.
“Keduanya berjalan sesuai kebijakan. Tapi kalau kalau kita lihat optimasi lahan rawa di berbagai daerah saat ini berjalan baik. Begitu juga dengan persiapan cetak sawah di berbagai daerah yang disambut baik masyarakat dan petani," jelas Sofyan dalam keterangan yang dikutip Jumat (11/10/2024).
Program optimasi lahan rawa oleh Kementan di bawah komando Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah berhasil menggarap 40 ribu ha di Merauke dari 6 wilayah distrik. Rinciannya, Distrik Tanah Miring 10.540 ha, Distrik Kurik 10.674 ha, Distrik Semangga 6.000 ha, Distrik Malindo 6.629 ha, Distrik Merauke 1.609 ha, dan Distrik Jagebob 4.549 ha.
Optimasi lahan itu disertai dukungan pengerjaan konstruksi jaringan irigasi, jembatan usaha tani, serta pompa air. Jaringan irigasi terealisasi 732.716 meter (100%), jembatan usaha tani 178 unit (100%), dan pompa air 49 unit (100%).
Editor: Tri Listiyarini
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler






