Kamis, 14 Mei 2026

Pemerintah Bergegas Matangkan Proyek Giant Sea Wall

Penulis : Ricki Putra Harahap
13 Mei 2026 | 11:11 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/5/2026) (B-Universe/Ricki Putra Harahap)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/5/2026) (B-Universe/Ricki Putra Harahap)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah terus mematangkan pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall di Pantai Utara Jawa (Pantura) sepanjang 575 kilometer yang dibagi dalam 15 segmen. 

Proyek tersebut dirancang membentang dari Serang, Banten hingga Gresik, Jawa Timur.

Baca juga: Proyek Giant Sea Wall akan Membentang Sepanjang 575 Km

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa giant sea wall sangat diperlukan untuk menghadapi ancaman penurunan muka tanah (land subsidence) dan banjir rob yang semakin sering terjadi akibat kenaikan permukaan laut. 

ADVERTISEMENT

Proyek tersebut diklaim dapat melindungi puluhan juta masyarakat yang hidup di wilayah Pantura dan menjaga aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.

“Menyelamatkan belasan bahkan puluhan juta masyarakat di Pantura, sekaligus juga ekonominya karena banyak sekali sentra industri dan kawasan ekonomi khusus yang ada di sana,” kata AHY dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/6/2026).

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan asesmen menyeluruh terhadap masing-masing wilayah dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.

Baca juga: AHY Ingatkan Potensi Kerugian Rp 6.396 Triliun Tanpa Giant Sea Wall

“Jadi tadi sudah kami laporkan juga bahwa di Pulau Jawa ini khususnya di Pantura ada 15 segmen. Dan sedang didalami, baik dari Serang sampai dengan Gresik untuk tematik daerah-daerahnya. Sehingga perlu ada penilaian ataupun asesmen lebih lanjut,” ujarnya.

Didit menambahkan, proyek giant sea wall tidak boleh mengabaikan keberlangsungan ekonomi warga. Karena itu, aspek mitigasi sosial-ekonomi sangat diperlukan dalam proses pembangunan.

“Memang di daerah tersebut terdapat kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat. Justru dengan masalah mitigasi dan sosek (sosial ekonomi) ini yang akan kita dampingkan nanti di dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan," ujarnya.

Lebih lanjut, Didit mengatakan ada sejumlah titik prioritas yang sudah dibahas dalam rapat koordinasi sebelumnya. Namun, pemerintah belum mengambil keputusan karena masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Baca juga: Pembangunan Giant Sea Wall Bertahap, Dimulai dari Pantura

“Namun demikian, ini titik-titik masih belum kita putuskan lebih lanjut karena harus didalami. Pertama misalkan Teluk Jakarta, di daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan lain sebagainya. Tapi untuk 15 segmen ada sub-segmennya dan seksi-seksinya di dalamnya ini perlu harus ada kolaborasi,” ujarnya.

Pemerintah Susun Jadwal Pembangunan Giant Sea Wall

Meski demikian, Didit belum menyampaikan kapan pembangunan akan dimulai. Menurutnya, pemerintah saat ini sedang merancang jadwal pembangunan karena harus memasukkan semua komponen untuk pembangunan tanggul laut raksasa.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani pemerintah tidak hanya fokus membangun tanggul laut semata, tetapi juga menyiapkan pengembangan kawasan ekonomi baru di sekitar proyek tersebut.

Rosan menyebut pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) untuk menyempurnakan master plan pembangunan. 

"Jadi tidak hanya dibangun Giant Sea Wall-nya saja, tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi, dan juga memberi dampak positif terhadap perekonomiannya," ujar Rosan.

Dikatakan Rosan, pemerintah juga sedang mengkaji peluang investasi dan pengembangan ekonomi baru di kawasan tersebut.

“Sehingga nanti ini bisa tercipta suatu titik perekonomian baru di tidak hanya Jakarta, tapi juga di tempat yang akan dibangun giant sea wall ini,” tutupnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 25 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 57 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia