Pemerintah Bergegas Matangkan Proyek Giant Sea Wall
JAKARTA, investor.id - Pemerintah terus mematangkan pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall di Pantai Utara Jawa (Pantura) sepanjang 575 kilometer yang dibagi dalam 15 segmen.
Proyek tersebut dirancang membentang dari Serang, Banten hingga Gresik, Jawa Timur.
Baca juga: Proyek Giant Sea Wall akan Membentang Sepanjang 575 Km
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa giant sea wall sangat diperlukan untuk menghadapi ancaman penurunan muka tanah (land subsidence) dan banjir rob yang semakin sering terjadi akibat kenaikan permukaan laut.
Proyek tersebut diklaim dapat melindungi puluhan juta masyarakat yang hidup di wilayah Pantura dan menjaga aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.
“Menyelamatkan belasan bahkan puluhan juta masyarakat di Pantura, sekaligus juga ekonominya karena banyak sekali sentra industri dan kawasan ekonomi khusus yang ada di sana,” kata AHY dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/6/2026).
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan asesmen menyeluruh terhadap masing-masing wilayah dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.
Baca juga: AHY Ingatkan Potensi Kerugian Rp 6.396 Triliun Tanpa Giant Sea Wall
“Jadi tadi sudah kami laporkan juga bahwa di Pulau Jawa ini khususnya di Pantura ada 15 segmen. Dan sedang didalami, baik dari Serang sampai dengan Gresik untuk tematik daerah-daerahnya. Sehingga perlu ada penilaian ataupun asesmen lebih lanjut,” ujarnya.
Didit menambahkan, proyek giant sea wall tidak boleh mengabaikan keberlangsungan ekonomi warga. Karena itu, aspek mitigasi sosial-ekonomi sangat diperlukan dalam proses pembangunan.
“Memang di daerah tersebut terdapat kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat. Justru dengan masalah mitigasi dan sosek (sosial ekonomi) ini yang akan kita dampingkan nanti di dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan," ujarnya.
Lebih lanjut, Didit mengatakan ada sejumlah titik prioritas yang sudah dibahas dalam rapat koordinasi sebelumnya. Namun, pemerintah belum mengambil keputusan karena masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Baca juga: Pembangunan Giant Sea Wall Bertahap, Dimulai dari Pantura
“Namun demikian, ini titik-titik masih belum kita putuskan lebih lanjut karena harus didalami. Pertama misalkan Teluk Jakarta, di daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan lain sebagainya. Tapi untuk 15 segmen ada sub-segmennya dan seksi-seksinya di dalamnya ini perlu harus ada kolaborasi,” ujarnya.
Pemerintah Susun Jadwal Pembangunan Giant Sea Wall
Meski demikian, Didit belum menyampaikan kapan pembangunan akan dimulai. Menurutnya, pemerintah saat ini sedang merancang jadwal pembangunan karena harus memasukkan semua komponen untuk pembangunan tanggul laut raksasa.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani pemerintah tidak hanya fokus membangun tanggul laut semata, tetapi juga menyiapkan pengembangan kawasan ekonomi baru di sekitar proyek tersebut.
Rosan menyebut pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) untuk menyempurnakan master plan pembangunan.
"Jadi tidak hanya dibangun Giant Sea Wall-nya saja, tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi, dan juga memberi dampak positif terhadap perekonomiannya," ujar Rosan.
Dikatakan Rosan, pemerintah juga sedang mengkaji peluang investasi dan pengembangan ekonomi baru di kawasan tersebut.
“Sehingga nanti ini bisa tercipta suatu titik perekonomian baru di tidak hanya Jakarta, tapi juga di tempat yang akan dibangun giant sea wall ini,” tutupnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






