Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Rabu 13 Mei 2026: Terbentur Tekanan
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) terhadap dolar AS (USD) terus merosot ke zona merah pada Selasa 12 Mei 2026.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah 13 poin (0,07%) ke level Rp 17.515 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS melemah 0,02% ke level 98.275.
Sebelumnya, rupiah pada hari Selasa (12/5/2026) ditutup melemah 114 poin terhadap dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah 120 poin di level Rp 17.528.
Dikutip dari US News, Rabu (13/5/2026) rupiah melemah saat dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam sepekan karena sentimen risiko memburuk setelah angka inflasi AS yang tinggi mendorong imbal hasil obligasi AS naik.
Selain itu, harga minyak juga sedikit naik karena ketidakpastian di Timur Tengah kembali muncul.
Sedangkan mata uang euro berada di US$ 1,1735 per dolar AS dan poundsterling Inggris diperdagangkan di US $ 1,3532 per dolar AS, keduanya turun sekitar 0,05% pada perdagangan awal.
Sementara itu, yen Jepang relatif stabil di 157,715, setelah pergerakan yang tiba-tiba menguat memicu spekulasi tentang penyesuaian suku bunga oleh otoritas, yang seringkali merupakan pendahulu intervensi mata uang.
"Saya pikir ini adalah nada risiko yang kurang positif, pada dasarnya. Dolar AS telah melacak sentimen risiko dengan sangat dekat sepanjang perang," kata Ray Attrill, kepala strategi FX di National Australia Bank.
Baca Juga:
Arah Rupiah Usai Tembus Rp 17.500Kurangnya momentum positif di pasar ekuitas juga menjadi penyebabnya, tambahnya.
Indeks harga konsumen (CPI) AS naik 3,8% dalam 12 bulan hingga April 2026, kenaikan tahunan terbesar sejak Mei 2023, karena guncangan harga minyak yang dipicu oleh perang di Iran mendorong lonjakan harga.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






