Kamis, 14 Mei 2026

Platform Securities Crowdfunding Bisa Jadi Alternatif Pendanaan bagi UKM

Penulis : Imam Suhartadi
24 Mar 2025 | 22:35 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi.
Ilustrasi investasi.

JAKARTA, investor.id - Pada tahun 2025, diperkirakan ada sekitar 64,2 juta unit usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UKM) di Indonesia, yang menyumbang 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. 

Peran UKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia diperlihatkan dari kontribusinya menyerap hampir 97% tenaga kerja.

Kontribusi UKM terhadap ekspor nasional Indonesia mencapai sekitar 15,7% dari total ekspor. Kontribusi UKM terhadap ekspor tersebut akan terus ditingkatkan pada tahun ini sehingga akan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekspor sekitar 9% dalam lima tahun mendatang.

ADVERTISEMENT

Platform Securities Crowdfunding bisa menjadi salah satu alternatif pembiayaan untuk mengembangkan bisnis UMKM,

Diketahui, Securities Crowdfunding adalah metode penggalangan dana yang melibatkan masyarakat luas dengan cara membeli sekuritas seperti saham, obligasi, atau sukuk melalui platform online.

Secara umum, perusahaan yang membutuhkan dana akan mempublikasikan proposal bisnis mereka di platform tersebut, lalu investor dari berbagai kalangan dapat berkontribusi dengan menanamkan modal.

Securities Crowdfunding (SCF) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebagai alternatif pembiayaan bagi UKM, dengan OJK mendorong percepatan dan perluasan akses ke pasar modal melalui SCF. Hingga 7 Juli 2023, terdapat 16 penyelenggara SCF yang telah berizin, 423 penerbit, 156.632 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp911,35 miliar.

Direktur Investasi FundEx, Farid Nugraha, CIB. mengatakan, sebagai platform securities crowdfunding yang mengutamakan nilai trusted and impactful, FundEx selalu mengedepankan ketelitian dalam menganalisis setiap penerbit atau UKM yang mengajukan pendanaan di FundEx.

Dengan pencapaian ini, FundEx terus memperkuat posisinya sebagai platform SCF terpercaya di Indonesia.

“Kami memberikan akses langsung bagi investor untuk mendukung pertumbuhan bisnis lokal dengan imbal hasil yang kompetitif (14%–15%),” kata Farid dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/3/2025).

Diketahui, FundEx Indonesia berhasil menyelenggarakan Private Investor Gathering yang dihadiri oleh investor strategis, mulai dari investor individu hingga investor institusi.

Acara eksklusif ini berhasil menarik minat investor dengan total komitmen investasi mencapai Rp 6,7 miliar dalam waktu 2 jam, menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap peluang investasi di platform Securities Crowdfunding (SCF) FundEx.

Dalam acara ini, para investor mendapatkan wawasan mendalam tentang strategi investasi alternatif, potensi pertumbuhan bisnis UMKM di Indonesia, serta peluang diversifikasi portofolio melalui produk investasi unggulan FundEx.

Para investor juga mendapatkan penjelasan tentang bagaimana FundEx melakukan proses uji kelayakan atau due diligence, yang disampaikan langsung oleh Direktur Investasi FundEx, Farid Nugraha, CIB.

Sebagai platform securities crowdfunding yang mengutamakan nilai trusted and impactful, FundEx selalu mengedepankan ketelitian dalam menganalisis setiap penerbit atau UKM yang mengajukan pendanaan di FundEx.

Selain sesi networking, para peserta juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan tim FundEx dan beberapa penerbit yang sedang menggalang dana.

Hingga Februari 2025, FundEx telah sukses menerbitkan 36 efek/surat berharga, membantupengembangan berbagai sektor bisnis UKM di Indonesia.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 41 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia