Jahja Setiaatmadja Pamit, Bos Baru BBCA Efektif 1 Juni
JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merestui perubahan susunan pengurus PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Perubahan pengurus merupakan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BCA pada 12 Maret 2025. Di mana, Jahja Setiaatmadja akan menduduki posisi presiden komisaris menggantikan Djohan Emir Setijoso yang mengundurkan diri setelah menjabat sebagai presiden komisaris sejak 2011 silam.
Selain itu, OJK juga menyetujui Hendra Lembong sebagai presiden direktur BCA menggantikan Jahja yang telah menduduki posisi presdir sejak 2011.
Berikutnya, John Kosasih juga lulus fit and proper test untuk menjabat sebagai wakil presiden direktur, serta Hendra Tanumihardja yang akan menjabat sebagai direktur BCA. Perubahan tersebut mulai efektif berlaku pada 1 Juni mendatang.
"Kami menjalankan fit and proper test dan hasilnya sudah keluar bahwa saya dinyatakan layak sebagai preskom, Pak Hendra Lembong juga nggak ada masalah sebagai presdir di BCA, Pak John Kosasih juga direstui jadi wapresdir dan Pak Hendra Tanbisa diangkat mengisi jabatan direksi BCA," tutur Jahja dikutip Kamis (24/4/2025).
Artinya, lanjut Jahja, BCA mempunyai suatu kepastian, karena dari RUPST juga sudah ada keputusan perubahan susunan pengurus. Serta OJK telah memberikan restu melalui fit and proper test.
Baca Juga:
Sinyal Tarik Cuan Tebal dari Saham BBCA"Dan sesuai dengan permintaan pengunduran diri Pak Setijoso per 1 Juni, maka akan diadakan suatu pengalihan proses jabatan. Jadi sampai saat ini saya adalah presdir, tapi nanti pada 1 Juni, Pak Hendra yang akan duduk mewakili BCA untuk paparan pers dan kepada para analis. Ini saya perpisahan sebagai presdir, namun kita akan tetap bertemu sebagai preskom," ucap Jahja.
Susunan Pengurus BCA
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler






