Kamis, 14 Mei 2026

BI dan Polri Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

Penulis : Arnoldus Kristianus
13 Mei 2026 | 12:34 WIB
BAGIKAN
Pemusnahan Rupiah Palsu Hasil Klarifikasi Bank Indonesia di Kantor Pusat Bank Indonesia pada Rabu (13/5/2026). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Pemusnahan Rupiah Palsu Hasil Klarifikasi Bank Indonesia di Kantor Pusat Bank Indonesia pada Rabu (13/5/2026). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) melaksanakan pemusnahan 466.535 lembar uang palsu. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi masifnya dampak negatif dari peredaran uang palsu.

Deputi Gubernur BI, Ricky Gozali mengatakan bahwa temuan uang palsu ini berasal dari laporan masyarakat, perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR), dan hasil pengolahan setoran bank kepada Bank Indonesia secara nasional, selama periode 2017 hingga November 2025. Pemusnahan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ketat sesuai ketentuan berlaku.

“Pemusnahan dilakukan di Bank Indonesia menggunakan mesin racik yang menghasilkan cacahan kertas yang sangat kecil sehingga tidak lagi menyerupai uang,” ucap Ricky dalam konferensi pers Pemusnahan Rupiah Palsu Hasil Klarifikasi Bank Indonesia di Kantor Pusat Bank Indonesia pada Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah temuan uang rupiah palsu menunjukkan tren yang menurun, dari 5 piece per million (ppm) atau 5 lembar dalam setiap 1 juta uang beredar pada 2023 menjadi 4 ppm pada 2024–2025, dan terus menurun menjadi 1 ppm pada April 2026. Capaian ini tentunya tidak lepas dari sinergi dan koordinasi yang erat dari berbagai unsur Botasupal.

“Tentunya (juga dilakukan) penguatan kualitas dari uang rupiah baik dari bahan uang kemudian teknologi cetak dan unsur pengamanan yang semakin modern. Sehingga semakin mudah dikenali dan sulit dipalsukan,” terang dia.

Peningkatan kualitas uang rupiah yang dilakukan diakui dunia, tercermin penghargaan Uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2022 sebagai Seri Uang Terbaik (Best New Banknote Series) pada IACA Currency Awards 2023 dan penghargaan untuk Uang Rupiah kertas pecahan

Rp 50.000 TE 2022 pada bulan November 2024 yang meraih peringkat ke-2 dunia untuk pecahan yang paling aman dan yang paling sulit dipalsukan di dunia (World’s Most Secure Currencies) dengan 17 unsur pengaman canggih versi BestBrokers.

Dari kajian yang dilakukan Bank Indonesia terhadap temuan uang palsu, kualitas uang palsu yang diproduksi selama ini relative sangat rendah, dan harapan kami dapat diidentifikasi dengan mudah oleh masyarakat melalui metode 3D yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang. Masyarakat memiliki peran penting untuk mengantisipasi terjadinya peredaran uang Rupiah palsu.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa merawat uang rupiah dengan baik agar tetap mudah dikenali keasliannya. Merawat rupiah dengan menerapkan tiga jangan, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, dan jangan dibasahi,” kata Ricky.

Penanganan Non-yudisial

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 30 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 39 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 40 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 51 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia