Kamis, 14 Mei 2026

Samsung Tambah Investasi R&D Chip US$15 Miliar pada 2028

Penulis : Grace El Dora
19 Aug 2022 | 15:56 WIB
BAGIKAN
Papan logo Samsung Electronics ditampilkan di luar gedung perusahaan Seocho, Seoul, Korea Selatan pada 28 April 2022. (FOTO: JUNG YEON-JE / AFP)
Papan logo Samsung Electronics ditampilkan di luar gedung perusahaan Seocho, Seoul, Korea Selatan pada 28 April 2022. (FOTO: JUNG YEON-JE / AFP)

SEOUL, investor.id – Samsung Electronics mengatakan pada Jumat (19/8) bahwa pihaknya melakukan terobosan di bidang penelitian dan pengembangan (R&D) semikonduktor baru di Korea Selatan (Korsel). Perusahaan berencana untuk menginvestasikan sekitar 20 triliun won (US$ 15 miliar) pada 2028 untuk mendorong kepemimpinan dalam teknologi chip.

Produsen chip memori terbesar di dunia sekaligus produsen kontrak chip terbesar kedua itu mengatakan bahwa fasilitas baru di Giheung, selatan Seoul, akan memimpin penelitian lanjutan. Riset dilanjutkan pada perangkat dan proses generasi berikutnya untuk sistem memori dan chip, serta pengembangan teknologi baru berdasarkan peta jalan jangka panjang.

“Samsung Electronics berusaha untuk mengatasi batas penskalaan semikonduktor,” katanya dalam pernyataan resminya, Jumat.

ADVERTISEMENT

Upacara peletakan batu pertama dihadiri oleh Wakil Ketua Samsung Electronics yang baru menerima amnesti dari pemerintah, Jay Y. Lee dan para eksekutif puncak perusahaan.

“Kita perlu melanjutkan tradisi berinvestasi secara pre emptive (berdasarkan pemesanan) dan menekankan teknologi,” kata Lee saat pengumuman tersebut.

Lee kemudian bertemu dengan karyawan perusahaan di bisnis chip dan secara terpisah bertemu dengan para eksekutif untuk membahas cara mengamankan teknologi, guna memperluas kepemimpinan semikonduktor, kata Samsung.

(US$ 1 = 1.327 won)

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 3 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 32 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia