Dekat dengan IKN, Perkampungan Suku Dayak Kenyah Berpotensi jadi Destinasi Wisata
JAKARTA, investor.id – Desa Lung Anai merupakan perkampungan Suku Dayak Kenyah berpotensi jadi destinasi wisata di masa depan. Sebab, perkampungan ini memiliki daya pikat dan potensi untuk menjadi destinasi pariwisata berbasis masyarakat. Terlebih, perkampungan ini berlokasi di wilayah Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara yang berjarak sangat dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) atau sekitar 30 km dari Samarinda.
General Manager Mining Support PT Multi Harapan Utama Wijayono Sarosa mengatakan, layaknya Bali dan Lombok, tren wisata kini beralih dari panorama alam menjadi kekayaan budaya. Di Desa Lung Anai, setiap bulan Mei, desa ini menggelar ritual budaya untuk mensyukuri hasil panen. Salah satu seremoninya adalah pembuatan Undrat, makanan yang terbuat dari beras yang ditumbuk dan diayak lalu dibakar di dalam bambu.
Memiliki proses yang unik dengan ciri khas suku Dayak Kenyah, Undrat mencuri perhatian Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara pada tahun 2007 untuk menjadikan Lung Anai sebagai desa pariwisata. “Hal ini didukung dengan rekomendasi para tetua Suku Dayak agar Desa Lung Anai dinobatkan menjadi cagar budaya,” ungkap Wijayono dalam keterangannya, Senin (29/5/2023).
Menurutnya, Desa Lung Anai memiliki potensi ekonomi karena lokasi yang dekat dengan IKN, tetapi masih banyak halang rintang yang perlu dilalui. Untuk itu, Peran MMSGI-MHU difokuskan untuk pengembangan sumber daya manusia dan pembinaan masyarakat sehingga mereka memiliki keahlian baru dan mampu mengelola desa wisata budaya ini. “Kami berharap ke depannya mereka dapat hidup lebih baik dan tidak bergantung pada lahan untuk berladang,” ujarnya.
Untuk itu, MMS Group Indonesia (MMSGI) melalui PT Multi Harapan Utama (MHU) mendukung penuh pelestarian dan pengembangan cagar budaya suku Dayak Kenyah di Desa Lung Anai. MMSGI-MHU bermitra dengan Politeknik Negeri Samarinda Jurusan Pariwisata dan Yayasan Sekar Medika Samarinda untuk membimbing warga desa menganalisa potensi wisata dan meningkatkan kesadaran serta kemampuan masyarakat Desa Lung Anai.
Tak berhenti di situ, MMSGI-MHU juga bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) bagian Kalimantan Timur untuk memperluas jangkauan promosi Desa Budaya Lung Anai.
Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dikelola secara rapi, MHU mengutamakan aset budaya dan identitas kelompok Suku Dayak Kenyah tanpa mengubah atmosfer kearifan lokal. Aktifitas pengembangan ini melibatkan warga setempat dalam perencanaan, pengelolaan, dan diskusi pendapat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk memelihara lingkungan dan budaya.
“Inisiatif yang dilakukan oleh MMSGI-MHU terkait perkembangan cagar budaya Suku Dayak Kenyah selaras dengan pembangunan IKN. Desa Lung Anai akan menjadi destinasi pilihan di masa yang akan datang. Untuk itu, perlu persiapan yang matang dan tepat sasaran,” tutur Adri Martowardojo, perwakilan MMS Group Indonesia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler





