Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Saham Anjlok, Bos BI: Kami Pastikan Aset Keuangan Indonesia Tetap Menarik

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Mar 2025 | 16:32 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) buka suara tentang gejolak yang terjadi di pasar saham belakangan ini. BI memastikan tetap berkoordinasi erat dengan Kementerian Keuangan untuk menjaga aset keuangan domestik.

“Pesan kami kepada investor, kita pastikan aset keuangan di Indonesia khususnya SBN (Surat Berharga Negara) dan SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) tetap akan menarik bagi investor asing untuk investasi di Indonesia,” ucap Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Maret 2025 di Gedung Thamrin, BI pada Rabu (19/3/2025).

Otoritas fiskal dan moneter konsisten bekerja sama menjalankan sejumlah kebijakan untuk memperkuat fundamental perekonomian di Tanah Air. Sinergi kebijakan fiskal dan moneter dijalankan secara prudent.

ADVERTISEMENT

“Kami bersama Menteri Keuangan bersinergi sangat erat memastikan kebijakan moneter sangat prudent, kebijakan fiskal sangat prudent. Sinerig erat guna memastikan masalah stabilitas negeri ini dan bersama mendorong pertumbuhan ekonomi,” terang Perry.

Perry mengatakan imbal hasil SBN dan SRBI tetap menarik dan kompetitif bila dibandingkan dengan negara lain. Lebih lanjut, BI juga memastikan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sehingga imbal hasil dari investor tetap menarik.

”Kami akan terus memperbanyak instrumen bagi para investor untuk investasi di Indonesia,” tegas Perry.

Hingga 17 Maret 2025, posisi instrumen SRBI, Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) dan masing-masing tercatat sebesar Rp 892,36 triliun, US$ 2,3 miliar, dan US$ 320 juta. Kepemilikan nonresiden dalam SRBI per tanggal 17 Maret 2025 mencapai Rp 232,41 triliun (26,05% dari total outstanding).

Bahkan rata-rata nilai SRBI per hari mencapai Rp 16 triliun. Implementasi dealer utama (primary dealer) sejak Mei 2024 juga makin meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antar pelaku pasar, sehingga memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pengendalian inflasi.

Primary dealer juga sangat aktif. Tidak hanya SRBI tetapi juga kami perluas untuk SVBI dan SUVBI maupun instrumen lain termasuk untuk devisa hasil ekspor sumber daya alam,” terang Perry.

Yield Kompetitif

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 55 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia