Kamis, 14 Mei 2026

Purbaya Pastikan Proses RAPBN 2026 Tetap Berjalan Normal Pasca-Reshuffle

Penulis : Addin Anugrah Siwi
8 Sep 2025 | 19:22 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keterangan pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keterangan pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan yang baru dilantik, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa proses pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 akan tetap berjalan sebagaimana mestinya, meski terjadi pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan.

Dalam konferensi pers perdananya di Kantor Kementerian Keuangan, Purbaya menyatakan tidak akan ada perubahan signifikan dalam alur kerja RAPBN 2026. Ia berjanji akan menjaga kesinambungan proses yang sudah disusun sebelumnya.

“Saya pikir flow-nya enggak akan terlalu banyak berubah. Dan anggota DPR juga sudah beberapa yang ngontak dengan kami. Dan kita bilang akan kerja sama memajukan negara ini bersama-sama,” ujar Purbaya.

Menurutnya, posisi Menteri Keuangan adalah jabatan politik yang menuntut kolaborasi luas, terutama dengan legislatif dan seluruh tim di kementerian. Ia menekankan bahwa tugas ini tidak bisa diemban sendirian.

ADVERTISEMENT

“Menteri Keuangan kan jabatan politik yang didukung oleh politik juga. Bukan saya sendirian di sini. Kalau saya sendiri pasti enggak mampu,” tegasnya.

Seperti diketahui, penunjukan Purbaya sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto menggantikan Sri Mulyani, terjadi di tengah masa krusial.

Pembahasan RAPBN 2026 sudah mulai digodok bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sejak beberapa bulan lalu dan dijadwalkan disahkan menjadi undang-undang pada akhir tahun ini.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia